Presiden minta berlari cepat

, tapi ekonomi melambat dan membuat penerimaan berkurang. Itu alasan utama pemangkasan anggaran? Persoalannya sekarang adalah menata kembali Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2016. Semenjak diminta bergabung ke kabinet, saya meminta izin untuk mempelajari APBN 2016 selama tiga hari bersama teman-teman di Kementerian Keuangan. Saya menemukan kejanggalan-kejanggalan. Sesudah kami lihat, penerimaan 2016 ini bakal turun Rp 219 triliun. Nah, supaya tidak turun, insting pertama adalah defsitnya diperbesar. Tapi tidak ada ruang untuk bikin utang berdasarkan undang-undang, karena ada maksimum defsit 3 persen.

Kalau tidak utang kan belanjanya harus dikurangi. Jadi APBN jangan dipaksakan sebagai instrumen satu-satunya dan akhirnya hancur. Maka disebar dengan instrumen yang lain, seperti moneter, dunia usaha, BUMN, dan pemerintah daerah, supaya tidak bergantung pada satu motor saja. Pemotongan adalah bagian dari usaha membuat seluruh instrumen lebih rata. APBN menjadi instrumen yang sifatnya lebih kredibel dan berkelanjutan. Tidak cuma dipakai satudua tahun dan setelah itu jebol.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *