Stimulasi Berbahasa untuk Janin

Proses kehamilan sebetulnya adalah periode untuk mempersiapkan gene rasi berikutnya, bukan hanya soal mempersiapkan kelahiran. Pemben tukan kecerdasan seseorang pun di mulai sejak saat ia masih di dalam rahim. Oleh karena itu, usia emas tumbuh kembang (1.000 hari pertama kehidupan) sebenarnya bukan dimulai sejak hari kelahiran bayi, melainkan sejak awal kehamilan. Rahim Mama bukanlah sebatas “ruang tunggu”, namun lebih tepat lagi semacam “sekolah” pralahir, karena sejak awal kehadirannya, janin tak pernah berhenti belajar dan mengingat.

Baca juga : Kursus Bahasa Jepang di Jakarta Selatan

Nah, untuk me rangsang kemampuan berbahasa si buah hati, mamil dapat me lakukan dua langkah berikut : ? Mengajak janin berbicara. Janin dapat membe dakan suara Mama dengan suara lain. Penelitian menunjukkan, ketika mende ngar Mama berbicara, denyut jantung janin akan bergerak aktif, sedangkan saat mendengar suara lain, ritme nya akan me lambat. Saat berbicara de ngan janin, gunakan nada lembut ya, Ma. Pastikan Mama dalam kondisi relaks dan bahagia sehingga energi positif tersebut tersa lurkan ke janin.

Ingatlah, janin dapat merasakan emosi yang dirasakan oleh mamanya. Jika suasana hati Mama sedang tidak bagus, pasti akan dirasakan juga oleh janin. Selain itu, hindari menggunakan kata-kata negatif atau mengutarakan sesu atu yang bersifat ne gatif. Umpama, “Kalau sudah besar nanti kamu jangan nakal, ya, Dik.” Sebaiknya sampaikan sesuatu atau cerita yang bersifat positif, seperti, “Tumbuhlah menjadi anak yang kreatif dan ba hagia, ya, Sayang.” ? Memperdengarkan musik. Musik adalah kombinasi suara paling harmonis yang dapat menjadi sumber stimulasi yang baik bagi kecerdasan janin. Musik dapat mengaktifkan sirkuit di otak yang kemudian merangsang kemampuan berbahasa dan berkomunikasi.

Perdengarkan musik ke janin dengan konsep meng alirkan energi terhadap otak yang sedang tumbuh, bukan sebagai sarana hiburan. Musik klasik banyak disebut paling baik untuk merangsang perkembangan otak. Jenis musik yang sederhana, dengan ketukan 60-80 kali per menit, dimainkan dengan biola dan kaya frekuensi 5.000-8.000 Hz terdapat pada 15 lagu karya W.A. Mo]art. Perdengarkan musik ini dengan urutan tertentu di malam hari selama maksimal 60 menit, dengan menempelkan headphone pa da dinding perut Mama. Langkah ini dapat dilakukan saat kehamilan Mama memasuki usia 20 minggu hingga men jelang kelahiran bayi.

Sumber : https://eduvita.org/

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *