Bolehkah Jajan?

Melihat temannya jajan, anak jadi tertarik jajan juga. Jajan di luar sebetulnya boleh saja, asal kita juga memerhatikan hal-hal berikut ini. ¦ Lokasi atau tempat jajan: di mana letaknya, kebersihan dan kerapiannya, juga kebersihan penjualnya. Sebisa mungkin hindari tempat jajan yang terlalu terbuka di pinggir jalan, apalagi jika makanan disajikan tanpa penutup. ¦ Jenis jajanan yang dijual: perhatikan bentuk, tekstur, warna, bau, penyajian, dan rasa.

“ Info lengkap cara kerja ke Jerman dengan program ausbildung di Jerman gratis “ ~ sat-jakarta.com ~

Hindari jajanan yang tampaknya terlalu banyak me ngandung pewarna atau pengawet makanan (bisa diamati dari tekstur, bau, warna, dan rasa), juga pe nyajiannya apakah terlalu terbuka atau terpapar debu, dst. Sebaik nya kita cicipi dulu sebelum memberikan jajanan itu pada anak. ¦ Ingatkan anak untuk mencuci tangan sebelum makan, terutama setelah ia memegang uang atau benda lain saat jajan. ¦ Bawakan bekal sehat yang enak dan ditata menarik untuk anak, sehingga ia lebih suka menikmati bekalnya daripada jajan.

Cuci Tangan, Yuk!

Salah satu cara sederhana untuk mencegah berbagai penularan penyakit adalah dengan mencuci tangan. Tidak hanya anak yang harus mencuci tangan, tetapi juga orang dewasa yang membantu mengasuh anak sehari-hari. Faktanya, penularan virus atau kuman lewat sentuhan tangan cukup besar. Jadi, pastikan kita mencuci tangan terutama setelah buang air kecil/besar, memasak, bersih-bersih, bepergian dari luar, sebelum makan dan sesudah makan. Tentunya ajari si kecil juga, ya!

Kala Si Kecil Sariawan

Susah-susah gampang untuk mengetahui si kecil sariawan. Kadang anak hanya mengeluh perih ketika sikat gigi atau makan, sampai kita menemukan sariawan di bibirnya. Ya, penyebab sariawan beragam, bisa karena intoleransi makanan atau tanda penyakit tertentu. Segera konsultasikan ke dokter untuk mencari penyebabnya. Namun, luka kecil di mulutnya bisa kita tangani sementara dengan mengoleskan madu pada luka tersebut. Madu merupakan antiseptik yang bisa membantu penyembuhan. Selain rasanya manis, mengoleskan madu di luka akibat sariawan bisa mengurangi rasa pedih yang dirasakan anak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *