Toast dan Duel Kipas Bag2

Tari itu merupakan ungkapan rasa syukur Maruti bahwa Padnecwara—kelompok tari klasik yang didirikan bersama suaminya, Sentot Sudiharto, pada 1976—masih bertahan sampai sekarang. Betapa pun sekadar tarian sambutan, sesungguhnya sumber tarian itu memiliki sejarah panjang. ”Itu toast kepada para tamu Belanda,” kata Sulistyo Tirto Kusumo, penari senior sekaligus Direktur Program Taman Mini Indonesia Indah.

”Aslinya itu tarian Serimpi Sangupati karya Pakubuwono IV yang ditarikan empat orang. Para penari menyambut tamu Belanda dengan membawa seloki. Ini sebuah asimilasi.” Pakubuwono IV, seperti kita ketahui, memerintah Keraton Surakarta pada 1778- 1820. Nama Serimpi Sangupati mulanya berasal dari sangapati. ”Sang apati” merupakan sebutan bagi pengganti raja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *