Goyah Karena Hasil Survei Bag7

Alasan lainnya, Risma masih berat meninggalkan Surabaya. Eriko juga mengatakan partainya tidak mungkin mengorbankan Surabaya dan Jawa Timur demi DKI Jakarta. Eriko menyatakan peluang mengusung nama lain memang belum tertutup. Menurut dia, bukan tidak mungkin Megawati mengubah keputusan. Eriko berkaca pada pengalaman pemilihan gubernur 2012, ketika Megawati memutuskan pencalonan Jokowi-Ahok menjelang penutupan masa pendaftaran calon.

”Jadi masih ada peluang berubah pada menit-menit akhir,” ujar Eriko. Risma enggan berkomentar banyak soal elektabilitasnya yang tinggi. ”Aku tidak minta disurvei,” katanya. Soal peluangnya menjadi calon Gubernur DKI Jakarta yang akan diusung PDIP, Risma menyatakan menunggu dinamika yang berkembang. ”Bersedia atau tidak, tergantung nanti,” ujarnya. ”Aku jawabnya juga last minute saja.”

Aspek Hukum Mengunggah dan Mengunduh ala NET89 Bag2

Aspek Hukum Mengunggah dan Mengunduh ala NET89 – Hal ini diatur dalam Ketentuan Pasal 72 ayat (1) tentang sanksi yang dikenakan atas pelanggaran Ketentuan Pasal 2 Ayat (1) UUHC. Dalam suatu ciptaan melekat hak moral dan hak ekonomi. Hak moral adalah hak yang hanya melekat pada diri pencipta atau pelaku yang tidak dapat dihapus walaupun hak cipta telah dialihkan. Hak ekonomi adalah hak yang dapat dimiliki pencipta atau pemegang hak cipta untuk mendapatkan manfaat ekonomis atas ciptaan tersebut.

Kegiatan menyebarluaskan suatu ciptaan dapat mengakibatkan hilangnya hak ekonomis dari pencipta atau pemegang hak cipta tersebut. Sehingga kegiatan mengunduh maupun mengunggah ciptaan orang lain dapat dikatakan suatu pelanggaran karena telah melanggar hak ekonomi pencipta atau pemegang hak cipta, dimana pencipta atau pemegang hak cipta seharusnya mendapatkan manfaat ekonomi atau keuntungan atas ciptaan tersebut jika tidak disebarluaskan dan diunggah secara “gratis”.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mempersulit suatu dokumen diunduh adalah dengan memperkecil penyebarannya baik dengan mengenakan biaya atas pemanfaatannya atau dengan memberikan tanda produksi sehingga penyebaran produk tersebut tetap memberi informasi tentang asal produk tersebut. Sehingga, menurut Undang-Undang Hak Cipta perbuatan mengunggah dan mengunduh suatu ciptaan tanpa izin dari pencipta atau pemegang hak cipta adalah perbuatan yang melanggar ketentuan Pasal 72 ayat (1) jo Pasal 2 ayat (1) UUHC selain juga mengurangi hak ekonomis yang dimiliki oleh pencipta atau pemegang Hak Cipta dari ciptaan tersebut.

Sebagai upaya preventif, harus dilakukan pendaftaran sebelum ciptaan tersebut disebarkan di Internet untuk memperkecil penyebaran dokumen secara ilegal sehingga memperkecil kesempatan untuk menyebarluaskan dan mengunduh tanpa izin. Tentunya hal ini adalah sebuah proses yang berjalan seiring meningkatnya tingkat penghargaan kita terhadap karya sesama. Karena penghargaan terhadap Hak Cipta tidaklah lepas dari kesadaran publik untuk menghargai karya sesamanya sebagai wujud nyata dari penghargaan atas diri dan kemanusiaannya sendiri. Dan merupakan hak dari orang lain untuk mendapatkan royalty tersendiri atas kerja kerasnya untuk memberikan entertaiment kepada semua penggunannya.

Sumber : https://net89.net/

Calon Pilihan Poros Ketiga Bag13

”Ya, nanti setelah saya keluar dari rumah sakit,” kata Anies. Nama Anies kembali masuk ke telinga Sjarifuddin pada Selasa pekan lalu. Ketika itu, dia ditelepon Aksa Mahmud, yang meminta Demokrat mempertimbangkan pencalonan Anies. Sjarifuddin tak langsung mengiyakan. Sebab, dia harus berkonsultasi dengan Yudhoyono.

Kepada Aksa, Sjarifuddin berujar, ”Ya, boleh-boleh saja.” Aksa mengakui mengontak sejumlah ketua umum partai. ”Kecuali Pak SBY karena sedang di Korea,” ujarnya. Aksa tak datang dengan cek kosong. Sebab, di belakang Aksa ada PPP, yang memiliki sepuluh kursi Dewan DKI Jakarta. Arsul Sani mengatakan kunci poros baru memang ada pada Demokrat dan PPP.

Ingin Anak Kembar? Begini Caranya! Bag2

Keluarga besar Magdalena memang memiliki riwayat keturunan kembar, sedangkan Yossi sama sekali tak memiliki silsilah keluarga kembar. Riwayat keturunan kembar diperoleh Yossi dari adik mama mertuanya yang memiliki anak kembar. TIDAK MUTLAK KETURUNAN KEMBAR Ya, adanya silsilah kembar pada garis keturunan akan meningkatkan kemungkinan hamil kembar.

Baca juga : toefl ibt jakarta

Pada pasangan yang memiliki riwayat keturunan kembar, kemungkinan hamil kembar meningkat 2,5 kali lipat. Namun, peningkatan kemungkinan ini hanya terjadi bila pada sisi istri (perempuan) terdapat garis keturunan kembar. Bila suami (laki-laki) yang memiliki garis kembar, maka peluang untuk punya anak kembar tidak mengalami peningkatan dibanding peluang asalnya. Hal ini karena kehamilan kembar terjadi akibat pembelahan sel telur yang pastinya berasal dari mama.

Meski begitu, bukan berarti tanpa ada riwayat keluarga, maka otomatis kita tidak dapat memiliki anak kembar. Secara umum, kehamilan kembar terjadi pada satu dari 250 kehamilan. Ada dua jenis kembar, yaitu kembar: identik dan non-identik. Kembar nonidentik berasal dari dua sel telur berbeda (dyzygot/fraternal), sedangkan kembar identik berasal dari satu sel telur yang memisah (monozygot). Yang kembar identik ini juga tidak dipengaruhi dengan faktor keturunan. Selain peluang alami ini, teori menyatakan, peluang kehamilan kembar lebih besar terjadi pada perempuan usia 30-an atau 40-an yang secara hormonal tidak stabil.

Sewaktu mengalami ovulasi, bisa terjadi lebih dari satu sel telur matang yang terlepas dari indungnya di saat bersamaan. Artinya, kehamilan kembar juga sering terjadi tanpa adanya riwayat kembar di keluarga. “Sebelum hamil kembar, saya mengalami keguguran karena blighted ovum atau kehamilan kosong. Pada usia 8 minggu saya dikuret. Sedih banget rasanya. Usai keguguran itu, saya menggunakan pil KB untuk kurun waktu dua periode. Enam bulan berlalu, kami memutuskan untuk program hamil. Dokter mengatakan rahim saya baik dan sehat, lalu kami pun diberi obat penyubur,” papar Novie Srie Noviyanti. Dua bulan kemudian, Novie pun hamil. “Saat periksa USG, dokter bilang ada dua jantung.

Sumber : https://pascal-edu.com/

Soal Penempatan Sarjana Kesehatan Masyarakat Bag2

Yakinkah upaya kesehatan masyarakat akan berjalan baik dan lancar tanpa sarjana kesehatan masyarakat? Negeri ini sudah menyediakan puluhan ribu sarjana kesehatan masyarakat setiap tahun, jadi ini potensi emas yang sayang kalau tidak difungsikan. Berikan kesempatan dan kepercayaan untuk menyehatkan bangsa ini. Belum lagi kalau kita lihat data pusat kesehatan masyarakat tahun 2016, sebanyak 89,5 persen dari 9.655 puskesmas di Indonesia belum memiliki tenaga kesehatan sesuai dengan kebutuhan standar.

Salah satu jenis tenaga kesehatan yang belum memenuhi itu adalah sarjana kesehatan masyarakat. Sebuah data tenaga kesehatan puskesmas 2014 di salah satu provinsi di Pulau Jawa mengungkap, setidaknya ada tiga kabupaten/kota tidak atau belum memiliki tenaga kesehatan masyarakat sama sekali (kosong) di semua puskesmasnya. Jika Pulau Jawa dengan akses yang lebih baik saja masih demikian, lalu bagaimana dengan keadaan tenaga kesehatan masyarakat di luar Jawa?

Belajar minta maaf Part 2

Soal Penempatan Sarjana Kesehatan Masyarakat

RASIO sarjana kesehatan masyarakat pada kebijakan 2005 sudah cukup baik, yakni 49 per 100 ribu penduduk. Entah kenapa pada 2015 diturunkan menjadi 13 per 100 ribu, seperti tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan 2015. Padahal surat keputusan Menteri Kesehatan tentang Rencana Strategis Kementerian Kesehatan 2015-2019 memprioritaskan tenaga kesehatan masyarakat tersedia di layanan primer. Bukan hanya kebijakan nasional, kebijakan daerah juga ikut-ikutan membuat peraturan upaya kesehatan masyarakat tanpa melibatkan sarjana kesehatan masyarakat sebagai tenaga kesehatan.

Sebut saja Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 7 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan dan Perda Provinsi Sulawesi Tengah Nomor 8 Tahun 2014 tentang Pengembangan dan Pemberdayaan Tenaga Kesehatan. Kedua perda itu tidak menyebutkan adanya sarjana kesehatan masyarakat sebagai tenaga kesehatan masyarakat yang ditempatkan di desa atau kelurahan bersama keempat jenis tenaga kesehatan lain.

Belajar minta Maaf Part 1

Mengapa Tak Mau Minta Maaf? Bag2

Setelah kemampuan bicara anak meningkat, dengan kita sebagai contoh, kita dapat meminta anak belajar mengucap kata maaf saat ia melakukan sesuatu yang membuat orang lain menjadi sedih, marah, takut, atau kecewa. Di usia prasekolah, mengajarkan maaf dapat dimulai lewat keseharian di rumah.

“ lowongan kerja perawat dengan program FSJ Jerman gratis “

Ketika Mama tidak sengaja menginjak mainan anak, “Duh, maaf ya, Kak, tidak sengaja keinjak. Sini Mama bantu perbaiki.” Dengan melihat dan mengalami langsung, anak belajar memahami bagaimana cara tepat meminta maaf. MINTA MAAF DENGAN TULUS Mengajarkan sikap minta maaf memang terbilang abstrak. Namun, seperti yang disampaikan oleh Intan di atas, sebetulnya anak prasekolah sudah punya perasaan bersalah ketika melakukan sesuatu yang tidak disukai orang lain.

Respons pertamanya setelah melakukan kesalahan bisa beragam, dari menangis, marah, hingga diam, dan menarik diri dari situasi yang berlangsung saat itu. Ini merupakan respons wajar yang sering ditunjukkan anak prasekolah. Nah, pada situasi tersebut, kita tidak bisa memaksa anak agar mau meminta maaf dengan tulus. “Sebaiknya anak tidak dipaksa mengucapkan maaf ketika ia menolak, atau belum siap untuk meminta maaf,” tutur Intan.

Hal tersebut dapat membuat anak merasa terpaksa mengucap kata maaf, tanpa memahami makna dari ucapan kata maaf. Kita bisa memberikan waktu pada anak untuk menenangkan diri. Lebih baik jika ia meluapkan emosi yang ia rasakan saat itu, dengan menangis atau marah sekalipun, sebagai wujud rasa bersalahnya. Setelah lebih tenang, kita bisa mengajak anak berbicara mengenai apa yang sebenarnya anak rasakan, serta mengajaknya memikirkan akibat dari tindakannya, dan bagaimana perasaan orang lain.

Contoh, saat si adik merebut dan merobek buku kakaknya, Mama dapat menunjukkan empati pada si adik dengan berkata, “Adik marah karena Kakak tidak mau meminjamkan buku, ya? Adik ingin membaca juga?” Setelah itu, ajak Si Adik memahami perasaan kakaknya, “Tapi coba lihat wajah Kakak, ia jadi marah dan sedih karena bukunya robek. Kalau Adik yang bukunya dirobek bagaimana?” Kalimat semacam itu akan membuat Si Adik merasa dipahami, tidak begitu saja merasa disalahkan dan dipaksa meminta maaf, serta jika nantinya ia meminta maaf, ia sudah paham apa kesalahannya serta akibat dari tindakannya.

Mengapa Tak Mau Minta Maaf?

Bukan soal pengucapannya saja, anak juga perlu tahu kapan waktu yang tepat untuk meminta maaf. Jadi, bagaimana mengajari anak agar mau minta maaf? “Praaanngg! ”  Terdengar suara sesuatu jatuh dan pecah. Buru-buru Mama Viana menghampiri Kiara, yang rupanya baru saja menjatuhkan gelas dan pecah. “Kiara, kenapa gelasnya bisa pecah?” tanya Viana sambil menggendong Kiara.

“ Pengertian apa itu ausbildung dan apa saja syaratnya untuk kerja di Jerman gratis “

Kiara hanya diam, wajahnya tampak menahan tangis. Tak lama, Satria, ayah Kiara datang bertanya ada apa. “Kiara, ayo minta maaf pada Mama,” kata Satria. Kiara malah menangis. Satria dan Viana sama-sama bingung, meski sudah diajarkan untuk minta maaf jika berbuat salah, kadang Kiara tidak mau minta maaf. Mereka khawatir Kiara akan begitu sampai besar nanti. Padahal, kata maaf adalah salah satu kata sakti yang perlu dikuasai anak.

Bukan soal pengucapannya saja, tetapi juga bagaimana agar anak tahu kapan waktu yang tepat untuk meminta maaf. Jadi, bagaimana solusinya? USIA PALING TEPAT Psikolog Intan Kusuma Wardhani menuturkan, saat paling tepat mengajari anak perlunya minta maaf adalah di usia prasekolah. “Usia 3–5 tahun merupakan masa peka seorang anak belajar mengenai konsep benar dan salah, sehingga ia mulai punya rasa bersalah ketika melakukan sesuatu yang direspons negatif oleh orang lain,” kata Intan.

Pada usia prasekolah tersebut, anak juga mulai belajar berinteraksi sosial secara lebih luas, tidak hanya dengan anggota keluarga. Meminta maaf dan memberi maaf merupakan salah satu keterampilan sosial yang perlu menjadi modal anak agar dapat menjalin hubungan yang baik dengan orang lain kelak. Lebih lanjut, Intan memaparkan, sejak bayi pun kita sudah dapat memperkenalkan kata maaf, meski anak mungkin belum memahami esensi dari permintaan maaf tersebut.

Bayi usia 7–8 bulan walau belum mampu berbicara, tetapi telah memiliki kemampuan mengenali banyak kata. Perkenalkan kata maaf dalam bentuk ucap an sekaligus perbuatan. Misal, saat bayi mena ngis ingin menyusu, Mama dapat berkata, “Maaf ya, Nak, Mama tadi ke kamar mandi dulu. Kamu haus?” sembari menyentuh dan membelainya.

Warisan Sukarno Bag6

Dari Oran, seorang ulama berfatwa bahwa bagi seorang muslim bersikap purapura dalam keadaan itu tak diharamkan; dengan taqiya, ia tak dianggap murtad. Tak ayal, rasa waswas menjadi-jadi. Bagi penguasa Katolik, Gereja maupun raja, orang-orang ”Kristen Baru”, yang mereka beri nama moriscos, tetap meragukan: rasanya iman Kristen mereka tak bersih. April 1609 sampai empat tahun berikutnya, Raja Philip III mengusir 300 ribu moriscos dari Spanyol. Akhirnya, bagi negeri Katolik itu, jadi Kristen saja tak cukup untuk membentuk kemurnian. Yang dilakukan Philip III adalah pembersihan (”teror”) etnis—yang di abad ke-21 ini terjadi lagi di Myanmar. Dialog yang ditulis Umberto Eco agaknya perlu diubah. ”Apa yang paling Tuan takuti?” ”Nafsu kemurnian—nafsu yang tak bisa terpuaskan.”

 

Makna Di Balik Berat Dan Panjang (Tinggi) Si Kecil Bag3

Sebaliknya, bila LK anak lambat atau terlalu kecil dari usianya, maka ada hal yang harus diteliti lebih jauh, selain memberikan saran pada orangtua untuk melakukan stimulasi dan kontrol teratur pada tenaga kesehatan. Nah, jelas sekali, ya, Mama Papa, betapa pengukuran BB, PB/TB, dan LK itu mutlak menjadi perhatian dan acuan objektif dalam memantau kesehatan seorang anak. Lantas, bagaimana cara mengukurnya?

Baca juga : Tes Toefl Jakarta

CARA TEPAT MENGUKUR Proses pengukuran BB, PB/ TB, dan LK dibagi berdasarkan periode kehidupan seorang anak. Usia 0—1 tahun disebut periode bayi dan di atas 1 tahun sebagai periode anak. Mengukur BB bayi dilakukan dengan cara menimbang bayi pada posisi berbaring. Saat penimbangan, idealnya bayi dalam keadaan telanjang atau bisa juga dengan mengena kan baju tipis (mencegah kedinginan) dan menggunakan popok baru. Sebelum ditimbang, pastikan timbangan sudah dikalibrasi dan jarum jam atau angkanya menunjukkan nol (0).

Sedangkan untuk mengukur BB anak, bisa menggunakan timbangan berdiri. Untuk mengukur PB bayi, maka bayi harus dalam keadaan berbaring telentang, kepala harus menempel dengan ujung alat ukur yang bersifat statis, kemudian bayi diposisikan lurus, dan ujung peng ukur diposisikan pada ujung terluar tumit, pun si kecil tidak boleh bergerak. Karena itu, dibutuhkan dua orang untuk mengukur panjang badan bayi dengan pembagian tugas: satu orang memegang kepala, satu orang memegang badan dan kaki, juga alat ukur.

Anak yang sudah bisa berdiri, tingginya diukur dengan stadiometer: anak berdiri tegak merapat ke dinding, lalu diukur mulai kepala bagian belakang, bahu, pinggang, dan tumit sambil pandangan mata nya lurus ke depan. Alat ukur lalu diturunkan sampai menyentuh puncak kepala anak. Angka yang tampak pada stadiometer dinilai sebagai TB anak. (Gambar 2) Selain menggunakan stadiometer, di rumah bisa menggunakan meteran kain dari kayu yang ditempelkan di din ding, angka nol (0) diletakkan di bawah, menyentuh lantai, kemudian lakukan hal yang sama se perti mengukur dengan stadiometer. Gunakan mistar (penggaris) untuk mengetahui berapa tinggi anak.

Sumber : https://pascal-edu.com/