Mengapa Tak Mau Minta Maaf?

Bukan soal pengucapannya saja, anak juga perlu tahu kapan waktu yang tepat untuk meminta maaf. Jadi, bagaimana mengajari anak agar mau minta maaf? “Praaanngg! ”  Terdengar suara sesuatu jatuh dan pecah. Buru-buru Mama Viana menghampiri Kiara, yang rupanya baru saja menjatuhkan gelas dan pecah. “Kiara, kenapa gelasnya bisa pecah?” tanya Viana sambil menggendong Kiara.

“ Pengertian apa itu ausbildung dan apa saja syaratnya untuk kerja di Jerman gratis “

Kiara hanya diam, wajahnya tampak menahan tangis. Tak lama, Satria, ayah Kiara datang bertanya ada apa. “Kiara, ayo minta maaf pada Mama,” kata Satria. Kiara malah menangis. Satria dan Viana sama-sama bingung, meski sudah diajarkan untuk minta maaf jika berbuat salah, kadang Kiara tidak mau minta maaf. Mereka khawatir Kiara akan begitu sampai besar nanti. Padahal, kata maaf adalah salah satu kata sakti yang perlu dikuasai anak.

Bukan soal pengucapannya saja, tetapi juga bagaimana agar anak tahu kapan waktu yang tepat untuk meminta maaf. Jadi, bagaimana solusinya? USIA PALING TEPAT Psikolog Intan Kusuma Wardhani menuturkan, saat paling tepat mengajari anak perlunya minta maaf adalah di usia prasekolah. “Usia 3–5 tahun merupakan masa peka seorang anak belajar mengenai konsep benar dan salah, sehingga ia mulai punya rasa bersalah ketika melakukan sesuatu yang direspons negatif oleh orang lain,” kata Intan.

Pada usia prasekolah tersebut, anak juga mulai belajar berinteraksi sosial secara lebih luas, tidak hanya dengan anggota keluarga. Meminta maaf dan memberi maaf merupakan salah satu keterampilan sosial yang perlu menjadi modal anak agar dapat menjalin hubungan yang baik dengan orang lain kelak. Lebih lanjut, Intan memaparkan, sejak bayi pun kita sudah dapat memperkenalkan kata maaf, meski anak mungkin belum memahami esensi dari permintaan maaf tersebut.

Bayi usia 7–8 bulan walau belum mampu berbicara, tetapi telah memiliki kemampuan mengenali banyak kata. Perkenalkan kata maaf dalam bentuk ucap an sekaligus perbuatan. Misal, saat bayi mena ngis ingin menyusu, Mama dapat berkata, “Maaf ya, Nak, Mama tadi ke kamar mandi dulu. Kamu haus?” sembari menyentuh dan membelainya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *