Waspadai Game untuk anak Bag3

Wajar jika kemudian banyak pemerhati anak mengatakan bahwa game yang mengandung kekerasan dan pornograf adalah “teroris” buat jiwa anak-anak. Kengerian ini menjadi lebih tinggi karena saat ini begitu mudah anak-anak mengaksesnya, semisal, lewat ponsel.

Baca juga : tempat kursus ielts di jakarta

Jutaan game siap diunduh setiap saat. Bahkan ada yang mengatakan, paparan kekerasan dan pornograf lebih berbahaya daripada paparan narkoba yang hanya merusak tiga bagian otak. Apa pun juga, yang namanya merusak otak, banyak ataupun sedikit, tetaplah harus dijauhkan, bukan? Untuk itu, diperlukan edukasi yang persuasif.

Daftar Game Terlarang Untuk Anak

Pertengahan tahun ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, melalui situs http://sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id mengumumkan daftar game berbahaya bagi anak. Antara lain: World of Warcraft, Grand Theft Auto (GTA), Call of Duty, Point Blank, Cross Fire, War Rock, Counter Strike, Mortal Combat, Future Cop, Carmageddon, Shelshock, Raising Force, Atlantica, Conflict Vietnam, dan Bully. Game-game tersebut mengandung unsur kekerasan dan pornograf yang dapat berdampak negatif pada anak. Tak tertutup kemungkinan masih ada game-game lain yang bersifat merusak, sehingga orangtua diharapkan terus mencermati aktivitas gaming yang dilakukan anak.

Perhatikan Rating

Orangtua diharapkan memilihkan game untuk anak berdasarkan rating atau segmentasi game. Indonesia dan beberapa negara lain masih menggunakan rating untuk game yang digunakan di Amerika Serikat. Pemeringkatan ini dilakukan Entertainment Software Rating Board (ESRB), lembaga yang didirikan oleh Entertainment Software Association (ESA). Banyak perusahaan yang memproduksi game menggunakan jasa ini sebelum memasarkan produk game-nya.

Ada enam kategori rating, yaitu: Early Childhood (anak usia dini), Everyone (semua umur), Everyone 10+ (usia 10 tahun ke atas), Teen (13 tahun ke atas), Mature (17 tahun ke atas), dan Adults Only (dewasa). Selain itu, perlu dilihat juga deskripsi konten ESRB-nya, ada Blood and Gore (kekerasan tingkat tinggi), Intense Violence (kekerasan), Nudity (adegan telanjang), Sexual Content (konten seksual), hingga Use of Drugs (disertai adegan penggunaan narkoba). Biasanya, rating ini tertera pada cover game. Namun ingat, meski sudah memilih kategori game versi ESRB yang dirasa sesuai, Mama Papa tetap perlu mencermati dan mendampingi anak saat bermain game.

Sumber : https://westwoodprep.com/id/

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.