Kamus Tangisan Bayi

Meski terdengar sama, sebenarnya tangisan bayi memiliki arti yang berbeda-beda. Nah, bagaimana membedakannya? Ini dia kamusnya!

Berpola, iramanya teratur, berlangsung terusmenerus, dan semakin lama semakin kencang. Biasanya diselingi gerakan mengisap atau membuka-menutup pada mulut. Terdengar seperti mengeluarkan suara “neh”. Arti tangisan : Bayi lapar, ingin menyusu. Yang harus dilakukan : Segera angkat bayi dan berikan ASI. Bayi yang menangis karena lapar umumnya langsung berhenti menangis saat disusui.

Baca juga : Kerja di Jerman

Merengek dan biasanya disertai dengan gerakan yang menunjukkan bayi gelisah, seperti menggosok-gosok wajah atau menggaruk dan menarik telinganya. Arti tangisan : Bayi kelelahan. Yang harus dilakukan : Pindahkan bayi ke ruangan yang suasananya lebih tenang dan tak bising. Atur suhu kamar agar tak terlalu panas/dingin, berikan usapan lembut di punggung, senandungkan lagu lembut, hingga bayi tertidur lelap. Bila perlu, ganti pakaiannya dengan pakaian bersih.

Suara tangis melengking dan jelas, napas agak tersendat, lalu diikuti tangisan berikutnya. Biasanya makin lama, makin kencang. Tangisan terdengar seperti suara “heh”. Arti tangisan : Merasa tak nyaman, bisa karena popoknya basah, kepanasan/ kedinginan, tangan dan kakinya terjepit bantal atau guling, dan lainnya. Yang harus dilakukan : Segera periksa popok bayi, baju, dan area sekitar tempat tidurnya. Cari penyebabnya, lalu atasi, hingga bayi berhenti menangis.

Tangisan terdengar berbeda dari tangisan lain. Bayi menangis dengan suara keras/ melengking, berhenti sebentar, lalu menangis lagi disertai suara serupa rintihan. Biasanya sulit ditenangkan. Arti tangisan : Bayi merasa tak sehat atau sakit. Yang harus dilakukan : Pegang tubuh bayi di bagian kening atau leher, cek suhu tubuhnya apa terasa hangat atau tidak. Coba redakan tangisnya dengan menggendong dan memberi pelukan hangat. Bila si kecil tetap menangis dan rewel, atau orangtua merasa tak yakin apa masalah yang dihadapi si kecil, segera bawa ke dokter anak untuk memastikan kondisinya serta mendapat penanganan yang tepat.

Sumber : https://maxfieldreview.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *