Live Painting Atau Metaekologi Kedua Bag5

Air mancur itu pun berubah hitam karena cat, kostum putih-putih para penari juga tak lagi bersih. Tubuh penari lelaki yang telanjang dada itu pun tak lagi mulus. Dan kanvas-kanvas itu tak lagi kosong. Inilah painting performance, pertunjukan melukis, kata Ong Keng Sen, Direktur Festival Singapore International Festival of Arts. Rasanya Ong tepat karena Live Painting hanya gerak dan lain-lain, tak diikat oleh suatu maksud membentuk sesuatu, apalagi cerita.

Ini bukan performing semisal karya Sardono Cak Tarian Rina (1971) sampai Sunken Sea (2006). Bahkan Live Painting berbeda dengan Rain Coloring Forest, yang dipanggungkan di Los Angeles, Amerika Serikat, 2010, karya pertama Sardono yang ”mempertemukan” pengalaman melukisnya dengan seni pertunjukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *