KENYAMANAN TEMPAT DUDUK ADALAH HALTERPENTING UNTUK SEBUAH MPV

KENYAMANAN TEMPAT DUDUK ADALAH HALTERPENTING UNTUK SEBUAH MPV

Walaupun VW juga mengejar hal tersebut dengan akses internet melalui WLAN yang dapat terkoneksi langsung pada aplikasi Apple CarPlay, Android Auto dan MirrorLink. Namun V-Class memberi penawaran lebih lewat navigasi-harddisk yang canggih dibandingkan VW yang hanya menggunakan flashdisk.

KENYAMANAN TEMPAT DUDUK ADALAH HALTERPENTING UNTUK SEBUAH MPV

Lain halnya dengan T6. Walaupun diklaim memiliki bantingan suspensi yang lebih baik dari pendahulunya T5 serta menampilkan performa yang mengesankan, namun ia masih terhitung kaku jika dibanding V-Class.

Nampaknya Multivan memang didesain untuk dapat mengangkut barang hingga 670 kg, dalam keadaan yang penuh pun T6 tidak mengalami penurunan kualitas pengendalian, sementara V-Class hanya mampu menampung beban seberat 600 kg.

Kedua MPV tersebut dibekali mesin diesel 4-silinder turbo. Mercedes-Benz V-Class mampu menyemburkan tenaga 190 dk sedangkan T6 mampu menghasilkan daya sebesar 206 dk.

Dalam sebuah tes pengujian dengan masing-masing membawa beban seberat 40 kg, hasil sprint race berakhir dengan imbang. Keduanya mampu berlari hingga kecepatan maksimal 200 km/jam.

Kesimpulan

VW T6: Tempat duduk lebih berat Pada Multivan, rel yang ada di lantai harus terlebih dahulu dilepas. Tutup plastik yang ada di ujung relnya harus terlebih dahulu dicungkil (bisa menggunakan kunci), bagian relnya ditarik ke depan dan dilepas.

Kemudian, kursi yang masing-masing meimiliki bobot 40 kg ditarik ke depan dan kami angkat keluar melalui jalur yang ada. Bagian alumunium yang tajam dapat melukai, kursinya yang berat itu dapat membuat punggung terkilir saat menggendongnya.

Mercedes V-Class: Instalasi kursi rumit Pada Benz, bobot kursi jauh lebih ringan, dan mereka juga tidak memiliki rel sehingga lebih mudah untuk dilepaskan. Hal yang kami lakukan adalah melepaskan kuncinya dan mengeluarkannya.

Pertama-tama diperlukan ketelitian terhadap pemasangannya karena instalasinya cukup rumit. Kuku-kuku dari kursinya harus ditancapkan pada pasaknya di lantai, dan hal tersebut tidak selalu berjalan mulus.

Tempat duduk pada Mercedes lebih cepat dipindahkan dan juga hanya membutuhkan sedikit tenaga. Sementara, sistem penanaman kursi pada VW jauh lebih kompleks. Setelah dilakukan pengujian sprint race, hasil berakhir dengan imbang, keduanya mampu berlari hingga kecepatan maksimal 200 km/jam.

Hal tersebut lebih dari cukup untuk sebuah kendaraan besar. Pada tes ini Benz dapat dikatakan tampil lebih baik dengan 7-percepatan otomatisnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *