Tips Melakukan Senam Hamil

Umumnya, sejak kehamilan masuk trimester ketiga atau mulai usia kandungan 28 minggu, Mama hamil dianjurkan melakukan senam hamil hingga tiba waktunya melahirkan. Apalagi di trimester akhir, umumnya Mama hamil rentan stres lantaran memikirkan persalinan yang akan dijalani. Tak sedikit Mama hamil yang mencemaskan rasa sakit saat bersalin, ini tentu bisa menimbulkan stres tersendiri. Belum lagi memikirkan bayinya yang akan lahir, apakah sehat, dan sebagainya. Nah, dengan melakukan senam hamil, diharapkan stres tersebut akan berkurang.

Baca Juga : SAT Registration Jakarta

Pasalnya, melalui senam hamil, Mama akan belajar teknik pernapasan yang benar dan cara mengejan yang benar, sehingga dapat memperlancar persalinan. Selain itu, senam hamil juga akan mengoptimalkan  sik Mama, serta menghilangkan keluhankeluhan yang terjadi akibat proses kehamilan. Ini karena rasa relaks yang Mama alami dari senam hamil, sehingga pegal-pegal dan nyeri pun berkurang, begitu pun keluhan bengkak dan kram kaki akan berkurang, tidur jadi lebih nyenyak, mood lebih baik, dan sebagainya. Pendeknya, Mama akan merasa lebih nyaman. Lakukan senam hamil sedikitnya seminggu sekali. Awalnya tentu dengan pengawasan oleh instruktur yang memang berpengalaman dan berserti kasi senam hamil. Namun, sebelum melakukan senam hamil, Mama dianjurkan berkonsultasi dahulu ke dokter. Ditakutkan ada kontraindikasi, seperti plasenta di bawah atau hipertensi. Mama hamil yang memiliki riwayat persalinan prematur, riwayat perdarahan, riwayat kontraksi selama hamil, dan mengalami komplikasi kehamilan, tidak dianjurkan mengikuti senam hamil karena dikhawatirkan bisa memicu persalinan dini

Leave a Reply

Your email address will not be published.