Para Hadirin bag2

Bentuk tunggalnya hadir (seorang yang hadir/menghadiri). Ketika orang yang (meng)hadir(i) lebih dari dua atau bahkan tak terhingga, sebutan untuk mereka adalah hadirin atau hadirun. Dalam kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar, penulisan ataupun pengucapan kata jamak tidak boleh diawali dengan kata ”para”. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) menyebutkan, sebagai preposisi lema ”para” merupakan kata penyerta yang menyatakan, pengacuan ke kelompok.

Contoh: para tamu mulai berdatangan. Kata ”para” di awal kalimat itu menunjukkan tamu yang berdatangan tidak hanya satu, tapi banyak jumlahnya. Karena ”para” merupakan kata penyerta yang mengacu pada kelompok, jadi salah kaprah jika kita mengucapkan: ”para tamutamu mulai berdatangan”.

Leave a Reply

Your email address will not be published.