Category Archives: Berita

Meringkuk Gara-Gara Facebook Bag4

Dodi dianggap menyebarkan informasi elektronik bermuatan penghinaan dan pencemaran nama. Ancaman hukumannya enam tahun penjara. Polisi tak mereken alasan Dodi bahwa akun Facebook miliknya diretas. Demikian pula jaksa yang menuntut Dodi dua tahun penjara. Dalam sidang putusan, ketua majelis hakim Parlindungan Sinaga menyatakan Dodi bersalah mencemarkan nama Anif. Ikhwaluddin mempertanyakan putusan hakim yang menurut dia mengabaikan sejumlah kesaksian dalam sidang. ”Ini akan jadi preseden buruk,” ujar Ikhwaluddin. ”Orang bisa dipidana karena tautan berita yang tidak dia ketahui.” Adapun Anif Shah melalui anaknya, Musa Rajek Shah, menolak berkomentar atas putusan hakim. Menurut dia, keluarga tak ingin Anif terus jadi bahan pembicaraan.

”Sudahlah. Bapak saya sudah tua,” kata Musa ketika dihubungi pada Selasa pekan lalu. Meski Dodi sudah menyerah, kasus pencemaran nama lewat media elektronik ini masih berlanjut. Habibi, yang juga telah menjadi tersangka, tak hanya membantah laporan Anif. Senin pekan lalu, ia juga menggugat Pasal 27 ayat 3 Undang-Undang ITE ke Mahkamah Konstitusi. ”Kami meminta Mahkamah Konstitusi memperjelas tafsir pasal sapu jagat itu,” ujar Murshal Fadhilah, pengacara Habibi, Selasa pekan lalu.

Guru Ngaji Dari Crystal Lake Bag2

Dia menjadi pusaran kontroversi karena diketahui memiliki kewarganegaraan Amerika Serikat. Sebelum merantau ke Texas, Arcandra kuliah teknik mesin di Institut Teknologi Bandung. Dia kemudian melanjutkan pendidikan ke jenjang master dan doktoral di Texas A&M University di bidang ocean engineering. Pada 27 Desember 2012, Arcandra mendirikan Petroneering LLC dan tercatat di Texas Secretary of State, beberapa bulan setelah berstatus warga negara Amerika.

Perusahaan konsultan di bidang perminyakan ini bukan perusahaan besar. Kantornya hanya seluas 100 meter persegi di sebuah kawasan industri Houston. Menurut situs FindtheCompany, total pendapatan tahunan Petroneering sekitar Rp 1,1 miliar. Menurut Harris County Tax Assessor, aset Petroneering hanya komputer dan furnitur senilai US$ 12.954 atau sekitar Rp 170 juta. Nilai tanah dan bangunannya US$ 288 ribu atau setara dengan Rp 3,7 miliar. Tahun lalu, Petroneering membayar pajak sebesar Rp 104 juta.

Guru Ngaji Dari Crystal Lake

Dua ciri khas yang tak bisa Arcandra Tahar tinggalkan: peci yang kerap menutupi kepalanya. Di Houston, tempat eks Menteri Energi dan Sumber Daya Mine ral itu bermukim, Arcandra dikenal sebagai guru mengaji. Dia bersama sejumlah warga Indonesia puluh tahun merantau di Amerika Serikat, satumendirikan Islamic Family Academy pada 2007. ”Kami belajar Al-Quran setiap Sabtu,” kata Ismail Fahmi, warga Indonesia di Houston, Rabu pekan lalu.

Arcandra hidup bersahaja. Dia tinggal di Crystal Lake Estates, permukiman kelas menengah di Harris County, Houston. Rumahnya bernuansa jingga bata, bertaman rumput hijau, dengan dua pohon di halaman depan. Harga rumah tiga kamar tidur itu sekitar Rp 3,3 miliar. Di bagian depan, ada garasi yang mampu menampung dua mobil. ”Satu untuk berangkat kerja, satu untuk antar-jemput anak sekolah,” ujar Ismail. Kehidupannya berubah setelah ditunjuk menjadi menteri oleh Presiden Joko Widodo.

Menteri dari Texas bag4

Jokowi pun ketika itu menyatakan ingin kembali berdiskusi dengan Arcandra. Jokowi menyampaikan pesan itu kepada Andi Wibowo, yang kemudian meneruskan ke Arcandra. Pada Maret lalu, Jokowi akhirnya memilih opsi onshore dalam pengelolaan Blok Masela. Pada Lebaran Juni lalu, Arcandra mudik ke Indonesia. Orang dekat Presiden mengatakan Jokowi mengundangnya singgah di Istana Kepresidenan. ”Dalam pertemuan itu, Arcandra kembali menjelaskan keuntungan menggunakan sistem onshore dibanding o?shore,” kata orang dekat Jokowi itu.

Arcandra mengakui berteman dengan Andi Wibowo. ”Saya baik sekali dengan Andi. Saya pernah ke rumah Andi di Solo ketika masih kuliah di ITB,” ujar Arcandra. Adapun Andi bercerita banyak hal tentang Arcandra, tapi tak mengizinkan Tempo mengutip pernyataannya. Hingga Kamis malam pekan lalu, Arcandra mengatakan belum memutuskan apa yang akan dikerjakan setelah berhenti menjadi menteri. Dia masih menunggu proses administrasi pemulihan kembali status kewarganegaraan di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. ”Saya sudah memutuskan pulang, dan tidak akan pergi lagi,” katanya.