Category Archives: Berita

Satu Ismail, Lima Disertasi Bag4

”Hasil analisis kedua software itu sama,” ujar dosen bergelar doktor itu. Tempo menelusuri pria bernama Ismail itu. Ia pernah menjadi anggota staf di Dinas Pertambangan dan sejak 2016 berpindah ke salah satu kementerian di Jakarta. Lewat sambungan telepon, ia mengaku mengenal kelima pejabat itu, tapi tak mengetahui persoalan disertasi mereka.

Di tabel analisis metadata tadi, user Ismail yang membuat disertasi itu menggunakan laptop Asus A46 C os7. ”Laptop saya mereknya Asus,” ucapnya. Analisis metadata kelima disertasi itu juga menunjukkan waktu pengerjaan tiap bab tak berurutan. Bab V disertasi milik Nasir Andi Baso, misalnya, dibuat pertama kali pada 26 April 2016. Sedangkan bab I pada 16 Oktober 2016 dan bab III pada 6 Juli 2017.

Satu Ismail, Lima Disertasi Bag3

”IP address kelimanya menunjukkan komputer yang dipakai berada di Kendari,” ucap Engkus, akhir Agustus lalu. Salah satu yang paling menonjol dari analisis metadata itu: hampir seluruh proses penulisan bab kelima disertasi berasal dari user bernama Ismail. Engkus mengakui munculnya nama tersebut. Ia menyebutkan Ismail adalah salah seorang anggota staf di salah satu dinas Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara.

Nama user lain yang muncul adalah Ansori dan Hado Hasina. Seorang anggota Tim Evaluasi Kinerja Akademik lainnya menyatakan harus menggunakan kamera pengawas (CCTV) untuk memastikan apakah Ismail yang dimaksud adalah orang yang di belakang laptop tersebut. Ia hanya memastikan metode yang mereka lakukan sudah ilmiah karena menguji metadata itu dengan dua software.

Doktor Karbitan Kampus Guru Bag10

Praktik kuliah inilah yang dianggap melanggar aturan. Pada 2015, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi mengendus program kerja sama tersebut tidak mengantongi izin. Padahal Peraturan Menteri Pendidikan Nasional tentang Penyelenggaraan Program Studi di Luar Domisili Perguruan Tinggi menyebutkan penyelenggaraan pendidikan di luar kampus utama harus seizin menteri.

Menurut anggota Tim Evaluasi Kinerja Akademik, Engkus Kuswarno, program kerja sama antaraUNJ dan belasan kampus di daerah itu mirip dengan kelas jarak jauh yang sudah dilarang sejak 1997. Tim Evaluasi juga meyakini pemadatan kuliah tak sesuai dengan aturan. Menurut Engkus, sejumlah mata kuliah satu semester dipadatkan menjadi hanya dua hari. Dalam sehari, mahasiswa bisa kuliah lebih dari 10 jam, bahkan hingga 15 jam.

Toast dan Duel Kipas Bag11

Sampai akhirnya Kelaswara dan Adaninggar saling mendekat menyentuhkan ujung kipas dan mengangkat kipas dengan gerakan kayang. Duel tak jatuh pada pertarungan fsik. Lebih merupakan pertarungan batin di antara keduanya. Dalam pertunjukan versi keraton, kematian Adaninggar biasanya dimulai ketika Kelaswara membentangkan busur panah.

Dan kemudian Adaninggar rebah tanah. Suasana menjadi pilu karena sebetulnya Wong Agung juga mencintai Adaninggar. Duel antara Kelaswara dan Adaninggra dalam Kumolo Bumi akhirnya memakai kipas. Tiap penari memegang kipas di tangan kanan dan kiri. Sebuah tusukan dihunjamkan Yuni lurus ke tubuh Nungki. Kipas yang dipegang Nungki jatuh satu per satu. Dan Nungki berputar-putar. Tangannya mengembang. Lampu padam. Adaninggar tewas. Sebuah kematian yang juga cukup indah.

Toast dan Duel Kipas Bag2

Tari itu merupakan ungkapan rasa syukur Maruti bahwa Padnecwara—kelompok tari klasik yang didirikan bersama suaminya, Sentot Sudiharto, pada 1976—masih bertahan sampai sekarang. Betapa pun sekadar tarian sambutan, sesungguhnya sumber tarian itu memiliki sejarah panjang. ”Itu toast kepada para tamu Belanda,” kata Sulistyo Tirto Kusumo, penari senior sekaligus Direktur Program Taman Mini Indonesia Indah.

”Aslinya itu tarian Serimpi Sangupati karya Pakubuwono IV yang ditarikan empat orang. Para penari menyambut tamu Belanda dengan membawa seloki. Ini sebuah asimilasi.” Pakubuwono IV, seperti kita ketahui, memerintah Keraton Surakarta pada 1778- 1820. Nama Serimpi Sangupati mulanya berasal dari sangapati. ”Sang apati” merupakan sebutan bagi pengganti raja.

Toast dan Duel Kipas

Padnecwara menyuguhkan empat koreograf di Taman Mini Indonesia Indah. Berulang kali ditampilkan, Kumolo Bumi tetap menarik. Enam perempuan mengenakan kostum penari serimpi mengambil empat gelas di belakang mereka. Mereka lalu menari sambil memegang winegelas. Tangan kanan mereka mengangkat gelas, kemudian sedikit menyorongkannya ke arah penonton.

Lalu, dengan posisi tubuh merendah, mereka seolah-olah meneguknya. Retno Maruti, koreografer senior, memberi judul tarian ”seloki” garapannya tersebut Pradapa Ngambar. Artinya: aroma yang semerbak. Serimpi dan gelas wine. Sebuah ungkapan indies. Campuran antara budaya Jawa dan kultur Belanda. Malam itu, 8 September 2017, melalui karyanya tersebut, Retno Maruti bersulang menghormati tamu Padnecwara yang datang memenuhi Sasono Langen Budoyo Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta.

Presiden minta berlari cepat

, tapi ekonomi melambat dan membuat penerimaan berkurang. Itu alasan utama pemangkasan anggaran? Persoalannya sekarang adalah menata kembali Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2016. Semenjak diminta bergabung ke kabinet, saya meminta izin untuk mempelajari APBN 2016 selama tiga hari bersama teman-teman di Kementerian Keuangan. Saya menemukan kejanggalan-kejanggalan. Sesudah kami lihat, penerimaan 2016 ini bakal turun Rp 219 triliun. Nah, supaya tidak turun, insting pertama adalah defsitnya diperbesar. Tapi tidak ada ruang untuk bikin utang berdasarkan undang-undang, karena ada maksimum defsit 3 persen.

Kalau tidak utang kan belanjanya harus dikurangi. Jadi APBN jangan dipaksakan sebagai instrumen satu-satunya dan akhirnya hancur. Maka disebar dengan instrumen yang lain, seperti moneter, dunia usaha, BUMN, dan pemerintah daerah, supaya tidak bergantung pada satu motor saja. Pemotongan adalah bagian dari usaha membuat seluruh instrumen lebih rata. APBN menjadi instrumen yang sifatnya lebih kredibel dan berkelanjutan. Tidak cuma dipakai satudua tahun dan setelah itu jebol.

Kala Masjid (Dicap) Menebar Ancaman Bag2

Tapi mereka telah menghancurkan hidup mereka dan banyak orang lain,” kata Latroche. ”Saya sungguh tidak mengerti.” Hari itu Latroche, yang mengenakan jilbab biru pucat, tidak datang sendiri. Bersama beberapa temannya sesama muslim, ia memasuki pintu Katedral Rouen dengan langkah malu-malu. ”Mereka sangat baik menyambut kami,” Latroche menuturkan.

Sikap jemaat gereja itu sungguh bertolak belakang dengan tindakan Kermiche dan Petitjean yang, dengan mengatasnamakan Islam, justru tak segan menghabisi nyawa Pastor Hamel. Selain di St. Étienne du Rouvray, kawasan sejauh 133 kilometer di barat laut Paris, misa arwah berlangsung di Gereja St. Thérèse du Madrillet, dua hari sebelumnya. Tak jauh dari gereja itu, masjid Yahya menggelar doa bersama, yang diikuti sejumlah pemeluk Kristen, selepas salat Jumat.

Kebencian Yang Bertahan Lama Bag6

Pada 2013, Haifa mengajukan larangan mendekat terhadap Majors karena gangguan yang semakin meningkat. Dua tahun kemudian, Khalid juga mengajukan permintaan yang sama kepada pengadilan. Tapi polisi tak bergerak sampai akhirnya, pada 12 September 2015, Majors ditangkap dalam kondisi mabuk berat. Dia telah menabrak Haifa dengan mobilnya. Seorang perempuan menelepon 911 dan Haifa dirawat selama delapan bulan karena bahu dan iganya patah,

paru-paru luka, serta sejumlah luka lain. Polisi dalam insiden itu bersaksi Majors menyebut keluarga Jabara sebagai ”Libanon kotor” yang membunuh orang-orang gay—mengacu pada hukuman Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) terhadap kelompok homoseksual. Sempat mendekam delapan bulan di bui akibat tindakannya terhadap Haifa, Majors berhasil keluar dengan jaminan, meski diprotes keras jaksa pada Mei lalu.

Meringkuk Gara-Gara Facebook Bag4

Dodi dianggap menyebarkan informasi elektronik bermuatan penghinaan dan pencemaran nama. Ancaman hukumannya enam tahun penjara. Polisi tak mereken alasan Dodi bahwa akun Facebook miliknya diretas. Demikian pula jaksa yang menuntut Dodi dua tahun penjara. Dalam sidang putusan, ketua majelis hakim Parlindungan Sinaga menyatakan Dodi bersalah mencemarkan nama Anif. Ikhwaluddin mempertanyakan putusan hakim yang menurut dia mengabaikan sejumlah kesaksian dalam sidang. ”Ini akan jadi preseden buruk,” ujar Ikhwaluddin. ”Orang bisa dipidana karena tautan berita yang tidak dia ketahui.” Adapun Anif Shah melalui anaknya, Musa Rajek Shah, menolak berkomentar atas putusan hakim. Menurut dia, keluarga tak ingin Anif terus jadi bahan pembicaraan.

”Sudahlah. Bapak saya sudah tua,” kata Musa ketika dihubungi pada Selasa pekan lalu. Meski Dodi sudah menyerah, kasus pencemaran nama lewat media elektronik ini masih berlanjut. Habibi, yang juga telah menjadi tersangka, tak hanya membantah laporan Anif. Senin pekan lalu, ia juga menggugat Pasal 27 ayat 3 Undang-Undang ITE ke Mahkamah Konstitusi. ”Kami meminta Mahkamah Konstitusi memperjelas tafsir pasal sapu jagat itu,” ujar Murshal Fadhilah, pengacara Habibi, Selasa pekan lalu.