Category Archives: Parenting

Ketika Si Kecil Terjatuh Bag2

Apakah si kecil sudah bisa berdiri sendiri tanpa dibantu? Kalau sudah, inilah saat tepat untuk mulai melatihnya berjalan.  Sebagaimana proses belajar pada umumnya, tentu awalnya tak selalu berjalan mulus. Begitu pula dengan latih an berjalan yang tak jarang diselingi kejadian terjatuh sampai berulang kali. Bagaimana mama-mama tadi menyikapi “kecelakaan” kecil ini bisa menjadi contoh buat kita.

“ info lowongan kerja di Jepang dengan cara magang ke Jepang gratis “ ~ upstory.org ~

“Walaupun Ziggy cukup sering jatuh, untungnya dia enggak trauma dan mau belajar berjalan lagi. Saya selalu berusaha te nang dan terus menye mangatinya sambil mengingatkan anak untuk berhati-hati,” ujar Rhedita. “Tamina juga sering jatuh. Pernah dia terjatuh sampai nangis karena bibirnya berdarah kena kursi. Langsung saya gendong, lalu tetap menyemangatinya dengan bilang, ‘Anak Mama kuat!’ Kalau dia jatuh, sebisa mungkin saya enggak panik apalagi teriak, biar anaknya enggak kaget,” beber Selly.

Sementara Gending, menurut Cinta, tidak berani berjalan sendiri dan selalu minta ditatih. Namun, Cinta dan suami tak henti menyemangati sang buah hati. Bahkan, mereka sampai mencoba memakaikan alat bantu jalan bayi dengan harapan Gending menjadi lebih berani berjalan tanpa dituntun. Sayangnya, alih-alih membantu, alat tersebut justru membuat Gending ketakutan hingga ia semakin enggan untuk belajar berjalan.

Syukurlah, setelah melalui proses yang panjang, putri semata wayang Cinta itu akhirnya mampu berjalan sendiri di usia 16 bulan. Ya, terus memberi semangat dan membantunya berlatih, inilah yang dibutuhkan oleh anak untuk tercapainya kemampuan berjalan sendiri. “Ayo, Nak, kamu pasti bisa!”

Tanda-Tanda Si Kecil Sudah Siap

Mama, inilah beberapa tanda kesiapan anak untuk belajar berjalan sendiri: ? Sudah bisa berguling di lantai (rolling around). ? Sudah bisa melakukan gerakan seperti merangkak tetapi menggunakan kedua telapak tangan dan kedua telapak kaki (bukan lutut) untuk bertumpu (crab walk). ? Sudah bisa bergerak cepat ke sana kemari. ? Sudah bisa menaiki anak tangga menggunakan kedua tangan, diikuti kedua kaki.

Belajar Jalan Yuk

Sebelum mulai belajar berjalan sendiri, anak harus bisa berdiri tanpa bantuan orang lain. Posisi berdiri sendiri merupakan untuk belajar berjalan. Bila anak start ing point belum bisa berdiri sendiri, tidak dianjurkan untuk melatihnya berjalan. Lebih baik, biarkan anak berlatih berdiri sambil berpegangan pada sebuah benda/tumpuan.

“ Info lengkap syarat mendapatkan beasiswa kuliah di Jerman gratis “ ~ upstory ~

Sebenarnya, tidak ada patokan khusus kapan seorang anak bisa mulai belajar jalan. Prinsipnya, walaupun pola perkembangan anak mengikuti pola yang sama dengan anak seusianya, tapi kecepatan pencapaian kemampuan tertentu pada tiap anak sangat bervariasi. Kecermatan dalam mengamati, menilai, dan menyimpulkan kesiapan anak untuk berlatih berjalan sendiri sangat dibutuhkan.

Rhedita Nayoan (32) yakin untuk mulai merangsang kemampuan berjalan sendiri pada Ziggy (3,8), ketika putra sulungnya itu sudah bisa berdiri sendiri tanpa berpegangan pada apa pun. “Saya mulai membimbingnya berjalan sendiri, menggandeng tangannya, mengawasi, dan yang paling penting menyemangati anak saat sedang berdiri sendiri untuk melangkah berjalan. Umur Ziggy waktu itu antara 10-11 bulan dan dia berhasil berjalan sendiri ketika berumur 1 tahun.” Sementara, Selly Anggraeni (28) mulai merangsang kemampuan berjalan sendiri pada Tamina (2,8) ketika putri sulungnya itu mulai mencoba berdiri sambil berpegangan pada benda yang ada di sekelilingnya.

Saat itu usia Tamina sekitar 8–9 bulan dan di usia setahun, ia pun sudah lancar berjalan. Mama lainnya, Cinta Permata Sukma (31) pertama kali terpikir untuk mulai mengajari buah hatinya, Gending (2,5), belajar berjalan saat berusia 1 tahun. Waktu itu Cinta melihat anak dari teman-teman sebayanya yang berusia sekitar 1 tahun sudah bisa berjalan. Di waktu yang sama, Gending juga mulai senang memanjat kursi dan meja. Cinta dan suami lalu mulai sering menatih Gending dengan harapan putri semata wayang mereka itu akan mulai melangkah sendiri.

Kalau Aqeela (1,10), putri dari Tri Finda Oktalia (30) ceritanya lain lagi. Di usia 8 bulan, Aqeela mulai sering memanjat kursi dan merangkak naik tangga. Sebulan kemudian ia sudah berani berdiri sambil bertumpu di dinding. Untuk membantu Aqeela belajar berjalan, Finda memanfaatkan bangku kecil dan kardus yang diisi benda berat untuk didorong putrinya sambil berjalan. Cara ini terbukti efektif karena membuat Aqeela berani dan senang berjalan sambil berpegangan pada kursi atau kardus. Ketika berulang tahun yang pertama, putri pertama Finda itu pun sudah lancar berjalan sendiri tanpa dibantu.

Puting Lecet Bukan Hambatan Menyusui

Mengalami lecet saat menyusui mungkin dialami sebagian kecil ibu menyusui. Terutama, bagi mereka yang baru pertama kali menyusui. Tentu, gangguan ini harus segera diatasi. “Apabila tidak ditangani segera, bisa mengganggu proses menyusui. Padahal, saat ini semua ibu tentunya ingin memberikan ASI sebagai makanan terbaik kepada anak-anaknya,” jelas Mia Sutanto, Ketua umum Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) dalam acara talkshow di acara AIMI Breastfeeding Fair (AIMI BFF) 2015, di Bintaro Jaya Xchange, Banten, Sabtu (19/12/2015).

Baca juga : Beasiswa s2 Jerman

Apabila lecet pada puting dibiarkan saja, salah satu dampaknya akan terjadi infeksi pada payudara. Infeksi ini bisa berasal dari kuman yang masuk melalui mulut dan hidung bayi ke dalam payudara melalui puting yang lecet dan retak tersebut. Akibatnya, puting tampak bengkak, kemerahan, terasa nyeri, dan timbul demam pada penderita. Kondisi puting lecet sebagian besar disebabkan posisi mulut bayi yang tidak pas saat mengisap puting ibunya, sehingga, alih-alih mengisap ASI, si bayi hanya mengemut puting saja.

Untuk mengatasi lecet pada puting Mia menyarankan para ibu untuk segera berkonsultasi pada konselor menyusui agar penyebab lecet dapat diketahui. “Kalau penyebab lecet sudah diketahui, puting yang lecet dapat disembuhkan. Biasanya tidak perlu memakan waktu lama, cukup 2—3 hari saja, puting dapat sembuh kembali, dan proses menyusui tidak terganggu,” tambah Mia. Talkshow ini merupakan salah satu rangkaian acara AIMI selama tiga hari penyelenggaraan, yakni 18, 19, 20 Desember 2015.

Sebagai informasi, AIMI BFF merupakan kegiatan rutin terbesar yang diadakan AIMI Pusat setiap tahunnya yang selalu mengangkat tema-tema menarik untuk menyosialisasikan ASI dan menyusui ke masyarakat. Kegiatan AIMI BFF mencakup bazar, talkshow, workshop komunitas, mini Kelas EdukASI Menyusui, konseling menyusui, dan banyak lagi. AIMI BFF 2015 yang merupakan BFF ke-8 dihadiri berberapa komunitas, salah satunya Komunitas Ayah ASI. Acara dibuka oleh Walikota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diani, SH.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Bolehkah Jajan?

Melihat temannya jajan, anak jadi tertarik jajan juga. Jajan di luar sebetulnya boleh saja, asal kita juga memerhatikan hal-hal berikut ini. ¦ Lokasi atau tempat jajan: di mana letaknya, kebersihan dan kerapiannya, juga kebersihan penjualnya. Sebisa mungkin hindari tempat jajan yang terlalu terbuka di pinggir jalan, apalagi jika makanan disajikan tanpa penutup. ¦ Jenis jajanan yang dijual: perhatikan bentuk, tekstur, warna, bau, penyajian, dan rasa.

“ Info lengkap cara kerja ke Jerman dengan program ausbildung di Jerman gratis “ ~ sat-jakarta.com ~

Hindari jajanan yang tampaknya terlalu banyak me ngandung pewarna atau pengawet makanan (bisa diamati dari tekstur, bau, warna, dan rasa), juga pe nyajiannya apakah terlalu terbuka atau terpapar debu, dst. Sebaik nya kita cicipi dulu sebelum memberikan jajanan itu pada anak. ¦ Ingatkan anak untuk mencuci tangan sebelum makan, terutama setelah ia memegang uang atau benda lain saat jajan. ¦ Bawakan bekal sehat yang enak dan ditata menarik untuk anak, sehingga ia lebih suka menikmati bekalnya daripada jajan.

Cuci Tangan, Yuk!

Salah satu cara sederhana untuk mencegah berbagai penularan penyakit adalah dengan mencuci tangan. Tidak hanya anak yang harus mencuci tangan, tetapi juga orang dewasa yang membantu mengasuh anak sehari-hari. Faktanya, penularan virus atau kuman lewat sentuhan tangan cukup besar. Jadi, pastikan kita mencuci tangan terutama setelah buang air kecil/besar, memasak, bersih-bersih, bepergian dari luar, sebelum makan dan sesudah makan. Tentunya ajari si kecil juga, ya!

Kala Si Kecil Sariawan

Susah-susah gampang untuk mengetahui si kecil sariawan. Kadang anak hanya mengeluh perih ketika sikat gigi atau makan, sampai kita menemukan sariawan di bibirnya. Ya, penyebab sariawan beragam, bisa karena intoleransi makanan atau tanda penyakit tertentu. Segera konsultasikan ke dokter untuk mencari penyebabnya. Namun, luka kecil di mulutnya bisa kita tangani sementara dengan mengoleskan madu pada luka tersebut. Madu merupakan antiseptik yang bisa membantu penyembuhan. Selain rasanya manis, mengoleskan madu di luka akibat sariawan bisa mengurangi rasa pedih yang dirasakan anak.

Hidung Sering Tersumbat

Dokter rifan yang baik, anak saya (3) sering pilek. Sudah diperiksakan ke dokter tapi katanya bukan alergi. Namun saya sering kasih an melihatnya karena kalau pilek hidungnya selalu tersumbat, anak nya jadi rewel. Dokter, bagaimana mengatasi hidung tersumbat pada anak? Apakah aman pemberian obat luar seperti obat gosok, karena kalau hanya pakai minyak kayu putih, biasanya tidak mempan. Mohon saran dokter rifan. Terima kasih. Arsha melon – jakarta.

“ Rekomendasi tempat kursus bahasa Jerman di Jakarta yang terbaik “ ~ sat-jakarta.com ~

Ibu Arsha yang baik, sayang Ibu kurang lengkap mendeskripsikan seberapa sering pileknya, apakah sembuh dalam beberapa hari atau terus berlanjut? Apakah pilek terjadi di pagi/malam hari, disertai demam? Apakah pilek terjadi saat ada anggota keluarga terdekat yang menderita pilek? Tentunya tatalaksananya bergantung kepada penyebabnya.

Bila karena alergi, maka hindari pencetus alergi yang dapat diidentifi kasi. 0engenai pengobatannya secara umum, untuk anak di bawah usia 3 tahun pemberian larutan garam fisiologis/nasal saline (NaCl 0,9%) cukup efektif dan aman diberikan. Obat gosok pada beberapa kasus dapat juga malah menyebabkan gejala pilek lebih hebat terutama pada anak yang menderita alergi (rhinitis alergi).

Mimpi Buruk

Mimpi buruk yang terjadi saat tidur bisa menyebabkan anak bangun dengan ketakutan dan menangis. Mungkin saja si kecil bermimpi tentang hal-hal berbahaya dan kadang menyeramkan, seperti dikejar anjing atau bertemu monster. Jika sudah lancar berbicara, anak bisa menceritakan mimpinya secara detail.

Tapi umumnya anak membutuhkan waktu untuk bisa kembali tidur nyenyak setelah mimpi yang tidak menyenangkan. Apa yang bisa kita lakukan adalah memeluk anak dengan hangat dan memastikan ia aman bersama kita. Lambat laun, semakin besar anak, ia akan mengerti bahwa mimpi itu bagian dari tidur dan tak semua mimpi menyeramkan, ada juga yang menyenangkan. Yakinkan bahwa ia bisa bercerita apa pun tentang mimpinya, supaya ia tak merasa begitu takut.

Stimulasi Berbahasa untuk Janin

Proses kehamilan sebetulnya adalah periode untuk mempersiapkan gene rasi berikutnya, bukan hanya soal mempersiapkan kelahiran. Pemben tukan kecerdasan seseorang pun di mulai sejak saat ia masih di dalam rahim. Oleh karena itu, usia emas tumbuh kembang (1.000 hari pertama kehidupan) sebenarnya bukan dimulai sejak hari kelahiran bayi, melainkan sejak awal kehamilan. Rahim Mama bukanlah sebatas “ruang tunggu”, namun lebih tepat lagi semacam “sekolah” pralahir, karena sejak awal kehadirannya, janin tak pernah berhenti belajar dan mengingat.

Baca juga : Kursus Bahasa Jepang di Jakarta Selatan

Nah, untuk me rangsang kemampuan berbahasa si buah hati, mamil dapat me lakukan dua langkah berikut : ? Mengajak janin berbicara. Janin dapat membe dakan suara Mama dengan suara lain. Penelitian menunjukkan, ketika mende ngar Mama berbicara, denyut jantung janin akan bergerak aktif, sedangkan saat mendengar suara lain, ritme nya akan me lambat. Saat berbicara de ngan janin, gunakan nada lembut ya, Ma. Pastikan Mama dalam kondisi relaks dan bahagia sehingga energi positif tersebut tersa lurkan ke janin.

Ingatlah, janin dapat merasakan emosi yang dirasakan oleh mamanya. Jika suasana hati Mama sedang tidak bagus, pasti akan dirasakan juga oleh janin. Selain itu, hindari menggunakan kata-kata negatif atau mengutarakan sesu atu yang bersifat ne gatif. Umpama, “Kalau sudah besar nanti kamu jangan nakal, ya, Dik.” Sebaiknya sampaikan sesuatu atau cerita yang bersifat positif, seperti, “Tumbuhlah menjadi anak yang kreatif dan ba hagia, ya, Sayang.” ? Memperdengarkan musik. Musik adalah kombinasi suara paling harmonis yang dapat menjadi sumber stimulasi yang baik bagi kecerdasan janin. Musik dapat mengaktifkan sirkuit di otak yang kemudian merangsang kemampuan berbahasa dan berkomunikasi.

Perdengarkan musik ke janin dengan konsep meng alirkan energi terhadap otak yang sedang tumbuh, bukan sebagai sarana hiburan. Musik klasik banyak disebut paling baik untuk merangsang perkembangan otak. Jenis musik yang sederhana, dengan ketukan 60-80 kali per menit, dimainkan dengan biola dan kaya frekuensi 5.000-8.000 Hz terdapat pada 15 lagu karya W.A. Mo]art. Perdengarkan musik ini dengan urutan tertentu di malam hari selama maksimal 60 menit, dengan menempelkan headphone pa da dinding perut Mama. Langkah ini dapat dilakukan saat kehamilan Mama memasuki usia 20 minggu hingga men jelang kelahiran bayi.

Sumber : https://eduvita.org/

 

Kekalahan Yang Memacu

Desember 2012, KPK mengadakan kejuaraan panjat dinding tingkat regional kelompok umur. Nah, kakak-kakak yang biasa mendampingi Kayla, menyarankan Kayla ikut lomba karena mereka melihat Kayla mempunyai bakat olahraga panjat dinding. Saat itu Kayla baru dua kali latihan dan belum mempunyai sepatu serta peralatan panjat apa-apa. Tapi karena Kayla mau dan semangat untuk ikut lomba, saya pun mendukungnya.

Baca juga : Beasiswa d3 ke S1 Luar Negeri

Namun saat lomba, Kayla kalah. Mungkin karena baru latihan dua kali, ya. Dia menangis sedih karena tidak bisa memanjat sampai puncak. Tapi usai lomba itu, esoknya Kayla semakin gigih minta diantar ke tempat latihan hingga akhirnya dia mendapat jalan bergabung dan berlatih dengan FPTI (Federasi Panjat Tebing Indonesia) Pengcab Jakarta Selatan. Singkat cerita, April 2013, Kayla mendapat kesempatan ikut seleksi Pelatda Lapis II dan lulus setelah ikut pembinaan atlet di Pelatda.

Kemudian, Juni 2013, Kayla diikutsertakan Kejurnas kelompok umur di Lombok NTB. Itu adalah Kejurnas pertamanya dan dia tidak meraih medali. Tapi Kayla tidak patah arang. Setelah beberapa kali ikut lomba, saat kejurnas di Kalimantan Timur tahun 2013, akhirnya Kayla berhasil meraih medali emas di dua ketegori sekaligus, Lead dan Speed Per orangan Putri. Tahun berikutnya, Kayla juga meraih medali emas pada kejurnas di Surabaya dan perunggu pada kejurnas di Bogor untuk kategori Lead Perorangan Putri. Begitu pun pada kejurda, sejumlah medali diraih Kayla.

Tentu, prestasi Kayla tidak lepas dari jasa pelatihnya yang selalu melatih Kayla dengan cara anak-anak, bermain dan fun. Ba yangkan saja, latihan panjat dinding dikawinkan dengan permainan galasin, main bola, dan masih banyak lagi permainan yang disukai anak-anak. Selain itu, pelatih kerap memberikan support kepada Kayla, seperti: “Kalau mau bicara kalah atau menang, tempatnya adalah saat latihan. Kalau mau menangis, tempatnya saat latihan. Sedangkan saat lomba tidak lagi bicara menang atau kalah, tapi manjat sebaikbaiknya.” Sebagai orangtua, tentu saya dan suami bangga memiliki anak seperti Kayla. Kami bahagia karena anak kami telah menemukan minatnya. Tidak mudah lo untuk mencari, menggali, serta menumbuhkan minat seorang anak. (Seperti diceritakan kepada Gazali Solahuddin)

Sumber : https://ausbildung.co.id/

 

Ayah Enggan Menemui Anak

Ibu mayke yang baik, saya memiliki seorang putri (5). Dua tahun lalu saya dan ayah nya bercerai, dan ayahnya sudah menikah lagi. Saya mengkhawatirkan psikologi anak saya karena putri saya sering kangen sama ayah tapi ayahnya jarang mau menemuinya. Padahal saya tidak melarang dia menjumpai anaknya.. Bagaimana seharusnya saya bersikap pada putri saya supaya dia tidak merasa kecewa? Saya sangat mengharapkan jawaban ibu may ke. Terima kasih. Juliana – serang, banten.

Baca juga : Beasiswa S1 Jerman Full

Ibu mengizinkan anak bertemu dengan ayahnya, tapi ayah jarang mau menemuinya. Kejadian tersebut jelas membuat anak kecewa karena dia sangat mengharapkan kedatangan ayah. Apakah Ibu sudah menjelaskan pada suami bahwa anaknya sering kangen pada ayahnya? Apabila Ibu sudah berusaha membujuk suami agar di waktu tertentu menemui anak, namun suami tidak menggubris permintaan Ibu, maka lebih baik anak tidak usah diberi harapan untuk bertemu dengan ayahnya. Ibu mempunyai peranan yang besar untuk menguatkan anak bahwa ada Ibu yang mengasihi dia dengan sepenuh hati, dan kemukakan bahwa ayahnya untuk sementara waktu tidak bisa menemui dia.

Diharapkan, dengan dukungan Ibu, lambat laun anak mampu mengatasi kesedihannya dan menerima keadaan bahwa ayah tidak datang untuk menemuinya. Ibu pun harus kuat, secara ekonomi, apakah Ibu mempunyai penghasilan sendiri? Selain Ibu, adakah anggota keluarga lain yang bisa memberikan dukungan pada anak? Anak bisa mendapatkan model ayah dari paman atau kakeknya. Ibu juga jangan memanjakan anak karena merasa iba hati akan nasibnya, dia perlu tumbuh dengan kuat dan tahan banting. Ibu perlu menjadi contoh bagi anak, bahwa Ibu tetap berjuang untuk kelangsungan hidup bersama dengan anak, tidak harus mengandalkan bantuan orang lain.

Menurut pandangan saya pribadi, berdasarkan pengalaman menangani kasuskasus anak korban perceraian, adakalanya lebih baik anak diasuh oleh Ibu saja atau ayah saja. Apabila pengasuhan dilakukan bergantian antara Ibu dan Ayah, ada kesulitan lain yang dihadapi; menyangkut disiplin, aturan, “menyogok” anak untuk menarik simpatinya; anak mendengar cerita-cerita negatif tentang ibu atau tentang ayah sehingga biasanya anak-anak ini semakin bingung tak tentu arah. Perasaannya terombang ambing, tidak tahu mana yang benar, timbul rasa bersalah kalau dia memihak ibu saja atau ayah saja, seakan-akan kakinya harus menjejak di dua perahu. Saya doakan agar Ibu bisa melampaui masamasa sulit ini dan membantu anak menjadi pribadi yang kuat. Selain usaha, tentu saja kita pun meminta bantuan Tuhan, sesuai dengan keyakinan masing-masing. Selamat mengasuh dan membesarkan anak.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

 

Pendamping Persalinan Selain Papa

Adakalanya Papa tak bisa menemani. Bila demikian, Mama bisa memilih anggota keluarga terdekat untuk menjadi figur pengganti papa. Atau kalaupun 3apa tetap bisa hadir, kehadiran mereka bisa menjadi suntikan energi sendiri bagi Mama.

Baca juga : Tes Toefl Jakarta

# IBU KANDUNG/MERTUA Karena mereka lebih dahulu memiliki pengalaman melahir kan, nasihat-nasihatnya bisa sangat membantu. Terlebih ibu kandung yang secara emosi lebih dekat dengan Mama, beliau tentu sudah tahu bagaimana cara paling efektif untuk membuat putrinya merasa lebih nyaman. Tugasnya: Sebagai pendamping persalinan, tugasnya sama persis dengan Papa, namun sebagai figur pendamping, berikut hal-hal yang bisa Mama mintai pertolongan: • Membantu mengurus kelengkapan untuk dibawa ke rumah sakit. • Menghitung kontraksi dan mengamati tanda tanda per salinan. • Membantu Mama mengganti pakaian atau pergi ke toilet saat di rumah sakit. • Memberi saran bagaimana mengurus buah hati di hari-hari pertama.

# KAKAK/SAHABAT PEREMPUAN Usia yang relatif dekat membuat mereka lebih mengerti tentang perkembangan dunia persalinan, khususnya untuk kakak atau sahabat yang pernah melahirkan. Kalaupun belum, jiwa muda akan membuat mereka lebih mudah mengerti Mama dan menemukan sesuatu yang asyik untuk diperbincangkan selama menanti perkembangan pembukaan. Tugasnya: • Membantu Mama menghubungi kerabat dekat dan memberikan informasi yang diperlukan, seperti: nomor kamar atau alamat rumah sakit. • Mendokumentasikan momen indah sebelum dan setelah persalinan. • Memberikan dukungan saat Mama memberi atau memompa ASI di hari-hari pertama. Semakin besar dukungan dan rasa nyaman yang Mama dapati setelah melahirkan, bisa membantu memperlancar produksi ASI.

# DOULA Di Indonesia, istilah doula mungkin belum begitu populer. Namun, di luar negeri, doula sudah menjadi sebuah profesi, yaitu perempuan pendamping persalinan yang telah memiliki sertifikat. Doula telah mendapat training tentang segala macam yang berhubungan dengan kehamilan dan persalinan. Doula diharapkan tahu betul bagaimana membuat proses persalinan berjalan dengan nyaman, aman, dan lancar. Bila Mama ingin menggunakan jasa doula, biasanya disarankan meng-interview sang doula agar mengenalnya lebih dekat, tahu kompetensinya, serta seberapa luas pengalamannya.

Tugasnya: • Menawarkan dukungan secara fisik dan mental agar Mama lebih siap dalam menjalani proses persalinan. Dengan adanya dukungan positif tersebut, rasa nyeri selama bersalin dapat dikurangi, proses bersalin pun bisa lebih lancar. • Memastikan mamil mencapai harapan harapannya, seperti IMD, ASI eksklusif, persalinan normal, dan lainnya. Doula akan berusaha untuk berdiskusi dengan dokter terkait keinginan ini. • Memberikan masukan-masukan pada Papa sehingga Papa bisa menjalankan perannya dengan maksimal selama mendampingi Mama bersalin.

Berdua Papa Jadi Lebih Baik

Bila memungkinkan, ajak Papa menjadi pendamping saat persalinan nanti. Papa memiliki ikatan emosi lebih terhadap Mama dan si buah hati, sehingga dianggap lebih mampu berempati dan memberikan dukungan penuh apalagi saat menyaksikan perjuangan Mama saat melahirkan si kecil. Berikut beberapa hal yang bisa Papa lakukan untuk menjadi pendamping persalinan yang hebat bagi Mama dan buah hati:

Baca juga : Kursus Bahasa Jerman di Jakarta

‘ Ikut kelas prenatal dengan Mama. Umumnya, kelas prenatal juga membuka kesempatan bagi Papa untuk ikut serta. Sebaiknya Papa menyempatkan diri untuk bergabung, sehingga dapat memiliki gambaran tentang proses bersalin, mulai teknik pernapasan yang baik bagi Mama, apa saja yang bisa dilakukan selama Mama menjalani proses pembukaan, sertab hal-hal lain yang perlu dilakukan sebelum, selama, dan setelah proses bersalin.

‘ Pertahankan rasa humor. saat pembukaan 1-3 mama mungkin masih bisa tersenyum bahkan tertawa ketika diajak bercanda. Namun saat pembukaan sudah lebih dari 4, Mama bisa saja menjadi orang paling sinis di dunia. Kondisi ini harus sangat dimengerti oleh Papa mengingat proses bersalin bukanlah hal mudah. Saat Mama marah-marah, misal, tanggapi dengan santai dan penuh kasih sayang. Percayalah, Pa, ini hanya terjadi sementara.

‘ Bantu Mama mendapatkan posisi paling nyaman. Rasa nyeri bisa membuat Mama merasa tak nyaman walau sudah berganti-ganti posisi. Nah, di sinilah peran Papa sangat dibutuhkan dalam menciptakan rasa nyaman. Berikan pijatan halus pada punggung Mama, belai lembut rambut Mama, serta genggamlah tangan Mama. Ini akan sangat membantu Mama menemukan rasa nyaman.

‘ Berikan semangat selama proses mengejan. Proses mengejan akan menguras energi yang cukup banyak. Dukungan Papa berupa kata-kata, “Ayo Ma, kita pasti bisa!” dapat menyalurkan energi tambahan bagi Mama.

‘ Puji usaha Mama. Setelah buah hati lahir, sampaikan pada Mama bahwa berkat perjuangannyalah, Papa dan Mama kini sudah memiliki seorang bayi. Papa bisa memberi tahu Mama jenis kelamin bayi dengan kata-kata: “Anak kita secantik mamanya!” untuk anak perempuan atau “Jagoan Papa sudah lahir!” untuk anak laki-laki.

Sumber : pascal-edu.com