Category Archives: Parenting

Ayah Enggan Menemui Anak

Ibu mayke yang baik, saya memiliki seorang putri (5). Dua tahun lalu saya dan ayah nya bercerai, dan ayahnya sudah menikah lagi. Saya mengkhawatirkan psikologi anak saya karena putri saya sering kangen sama ayah tapi ayahnya jarang mau menemuinya. Padahal saya tidak melarang dia menjumpai anaknya.. Bagaimana seharusnya saya bersikap pada putri saya supaya dia tidak merasa kecewa? Saya sangat mengharapkan jawaban ibu may ke. Terima kasih. Juliana – serang, banten.

Baca juga : Beasiswa S1 Jerman Full

Ibu mengizinkan anak bertemu dengan ayahnya, tapi ayah jarang mau menemuinya. Kejadian tersebut jelas membuat anak kecewa karena dia sangat mengharapkan kedatangan ayah. Apakah Ibu sudah menjelaskan pada suami bahwa anaknya sering kangen pada ayahnya? Apabila Ibu sudah berusaha membujuk suami agar di waktu tertentu menemui anak, namun suami tidak menggubris permintaan Ibu, maka lebih baik anak tidak usah diberi harapan untuk bertemu dengan ayahnya. Ibu mempunyai peranan yang besar untuk menguatkan anak bahwa ada Ibu yang mengasihi dia dengan sepenuh hati, dan kemukakan bahwa ayahnya untuk sementara waktu tidak bisa menemui dia.

Diharapkan, dengan dukungan Ibu, lambat laun anak mampu mengatasi kesedihannya dan menerima keadaan bahwa ayah tidak datang untuk menemuinya. Ibu pun harus kuat, secara ekonomi, apakah Ibu mempunyai penghasilan sendiri? Selain Ibu, adakah anggota keluarga lain yang bisa memberikan dukungan pada anak? Anak bisa mendapatkan model ayah dari paman atau kakeknya. Ibu juga jangan memanjakan anak karena merasa iba hati akan nasibnya, dia perlu tumbuh dengan kuat dan tahan banting. Ibu perlu menjadi contoh bagi anak, bahwa Ibu tetap berjuang untuk kelangsungan hidup bersama dengan anak, tidak harus mengandalkan bantuan orang lain.

Menurut pandangan saya pribadi, berdasarkan pengalaman menangani kasuskasus anak korban perceraian, adakalanya lebih baik anak diasuh oleh Ibu saja atau ayah saja. Apabila pengasuhan dilakukan bergantian antara Ibu dan Ayah, ada kesulitan lain yang dihadapi; menyangkut disiplin, aturan, “menyogok” anak untuk menarik simpatinya; anak mendengar cerita-cerita negatif tentang ibu atau tentang ayah sehingga biasanya anak-anak ini semakin bingung tak tentu arah. Perasaannya terombang ambing, tidak tahu mana yang benar, timbul rasa bersalah kalau dia memihak ibu saja atau ayah saja, seakan-akan kakinya harus menjejak di dua perahu. Saya doakan agar Ibu bisa melampaui masamasa sulit ini dan membantu anak menjadi pribadi yang kuat. Selain usaha, tentu saja kita pun meminta bantuan Tuhan, sesuai dengan keyakinan masing-masing. Selamat mengasuh dan membesarkan anak.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

 

Pendamping Persalinan Selain Papa

Adakalanya Papa tak bisa menemani. Bila demikian, Mama bisa memilih anggota keluarga terdekat untuk menjadi figur pengganti papa. Atau kalaupun 3apa tetap bisa hadir, kehadiran mereka bisa menjadi suntikan energi sendiri bagi Mama.

Baca juga : Tes Toefl Jakarta

# IBU KANDUNG/MERTUA Karena mereka lebih dahulu memiliki pengalaman melahir kan, nasihat-nasihatnya bisa sangat membantu. Terlebih ibu kandung yang secara emosi lebih dekat dengan Mama, beliau tentu sudah tahu bagaimana cara paling efektif untuk membuat putrinya merasa lebih nyaman. Tugasnya: Sebagai pendamping persalinan, tugasnya sama persis dengan Papa, namun sebagai figur pendamping, berikut hal-hal yang bisa Mama mintai pertolongan: • Membantu mengurus kelengkapan untuk dibawa ke rumah sakit. • Menghitung kontraksi dan mengamati tanda tanda per salinan. • Membantu Mama mengganti pakaian atau pergi ke toilet saat di rumah sakit. • Memberi saran bagaimana mengurus buah hati di hari-hari pertama.

# KAKAK/SAHABAT PEREMPUAN Usia yang relatif dekat membuat mereka lebih mengerti tentang perkembangan dunia persalinan, khususnya untuk kakak atau sahabat yang pernah melahirkan. Kalaupun belum, jiwa muda akan membuat mereka lebih mudah mengerti Mama dan menemukan sesuatu yang asyik untuk diperbincangkan selama menanti perkembangan pembukaan. Tugasnya: • Membantu Mama menghubungi kerabat dekat dan memberikan informasi yang diperlukan, seperti: nomor kamar atau alamat rumah sakit. • Mendokumentasikan momen indah sebelum dan setelah persalinan. • Memberikan dukungan saat Mama memberi atau memompa ASI di hari-hari pertama. Semakin besar dukungan dan rasa nyaman yang Mama dapati setelah melahirkan, bisa membantu memperlancar produksi ASI.

# DOULA Di Indonesia, istilah doula mungkin belum begitu populer. Namun, di luar negeri, doula sudah menjadi sebuah profesi, yaitu perempuan pendamping persalinan yang telah memiliki sertifikat. Doula telah mendapat training tentang segala macam yang berhubungan dengan kehamilan dan persalinan. Doula diharapkan tahu betul bagaimana membuat proses persalinan berjalan dengan nyaman, aman, dan lancar. Bila Mama ingin menggunakan jasa doula, biasanya disarankan meng-interview sang doula agar mengenalnya lebih dekat, tahu kompetensinya, serta seberapa luas pengalamannya.

Tugasnya: • Menawarkan dukungan secara fisik dan mental agar Mama lebih siap dalam menjalani proses persalinan. Dengan adanya dukungan positif tersebut, rasa nyeri selama bersalin dapat dikurangi, proses bersalin pun bisa lebih lancar. • Memastikan mamil mencapai harapan harapannya, seperti IMD, ASI eksklusif, persalinan normal, dan lainnya. Doula akan berusaha untuk berdiskusi dengan dokter terkait keinginan ini. • Memberikan masukan-masukan pada Papa sehingga Papa bisa menjalankan perannya dengan maksimal selama mendampingi Mama bersalin.

Berdua Papa Jadi Lebih Baik

Bila memungkinkan, ajak Papa menjadi pendamping saat persalinan nanti. Papa memiliki ikatan emosi lebih terhadap Mama dan si buah hati, sehingga dianggap lebih mampu berempati dan memberikan dukungan penuh apalagi saat menyaksikan perjuangan Mama saat melahirkan si kecil. Berikut beberapa hal yang bisa Papa lakukan untuk menjadi pendamping persalinan yang hebat bagi Mama dan buah hati:

Baca juga : Kursus Bahasa Jerman di Jakarta

‘ Ikut kelas prenatal dengan Mama. Umumnya, kelas prenatal juga membuka kesempatan bagi Papa untuk ikut serta. Sebaiknya Papa menyempatkan diri untuk bergabung, sehingga dapat memiliki gambaran tentang proses bersalin, mulai teknik pernapasan yang baik bagi Mama, apa saja yang bisa dilakukan selama Mama menjalani proses pembukaan, sertab hal-hal lain yang perlu dilakukan sebelum, selama, dan setelah proses bersalin.

‘ Pertahankan rasa humor. saat pembukaan 1-3 mama mungkin masih bisa tersenyum bahkan tertawa ketika diajak bercanda. Namun saat pembukaan sudah lebih dari 4, Mama bisa saja menjadi orang paling sinis di dunia. Kondisi ini harus sangat dimengerti oleh Papa mengingat proses bersalin bukanlah hal mudah. Saat Mama marah-marah, misal, tanggapi dengan santai dan penuh kasih sayang. Percayalah, Pa, ini hanya terjadi sementara.

‘ Bantu Mama mendapatkan posisi paling nyaman. Rasa nyeri bisa membuat Mama merasa tak nyaman walau sudah berganti-ganti posisi. Nah, di sinilah peran Papa sangat dibutuhkan dalam menciptakan rasa nyaman. Berikan pijatan halus pada punggung Mama, belai lembut rambut Mama, serta genggamlah tangan Mama. Ini akan sangat membantu Mama menemukan rasa nyaman.

‘ Berikan semangat selama proses mengejan. Proses mengejan akan menguras energi yang cukup banyak. Dukungan Papa berupa kata-kata, “Ayo Ma, kita pasti bisa!” dapat menyalurkan energi tambahan bagi Mama.

‘ Puji usaha Mama. Setelah buah hati lahir, sampaikan pada Mama bahwa berkat perjuangannyalah, Papa dan Mama kini sudah memiliki seorang bayi. Papa bisa memberi tahu Mama jenis kelamin bayi dengan kata-kata: “Anak kita secantik mamanya!” untuk anak perempuan atau “Jagoan Papa sudah lahir!” untuk anak laki-laki.

Sumber : pascal-edu.com