Categories
Tekno

Kiprahnya Terdengar Hingga Luar Negeri Bagian 2

Seminar yang membahas tentang pesawat tanpa awak ini cukup sukses digelar. Dengan bekal seminar ini, mereka berhasil mengajak seorang Endri Rachman yang sudah lama menjadi sorang peneliti dan dosen di luar negeri (Malaysia dan Jerman) balik ke Indonesia dan selanjutnya mendirikan industri UAV di Indonesia, tepatnya di kota Bandung. Dari UAV ini juga para anggota komunitas mencoba mengaplikasikan teknologi robot yang mereka punya ke teknologi Aerial Videography.

Melalui sebuah proyek Quadcopter, komunitas ini memperkenalkan sebuah drone yang dapat digunakan untuk meliput sebuah kejadian dari udara. Saat itu, proyek ini sempat menjadi trending topic di Twitter dengan hashtag #Quadcopter. Tidak hanya nasional, komunitas ini ternyata berhasil menyebarkan virus robot di negara tetangga, Malaysia.

Mereka bahkan berhasil menyeleggarakan sebuah event International Islamic School Robot Olympiad di Kuala Lumpur pada tahun 2013. Mereka cukup bangga dengan event ini karena murni dirancang dan diprakarsai oleh Komunitas Robot Indonesia. Bahkan menurut ketuanya, Adhiatmo Rahardi, “Komunitas Robot Indonesia menjadi pioneer teknologi robot di Malaysia”.

Ke depannya mereka akan membuat dan menyelenggarakan acara sejenis di negara lainnya seperti thailand, Singapura, Brunei, dan Filipina. Selain itu, para anggota komunitas ini juga tengah berusaha untuk membuat robot-robot industri yang digunakan untuk kebutuhan pabrik-pabrik besar di Indonesia. Dengan begitu, masyarakat Indonesia tidak lagi bergantung pada teknologi robot dari luar dan ridak hanya menjadi operator, tetapi juga mampu berkiprah dalam hal industri robot.

Fakta seputar grup robot

? Didirikan 21 Maret 2011 ? Adhiatmo Rahardi bersama delapan rekan yang memiliki visi sama menjadi orang-orang pertama di balik keberadaan Komunitas Robot ini. ? Di halaman Facebook, Grup ini telah memiliki lebih dari 12000 anggota. ? Komunitas ini mampu menyebarkan virus robot di negara Malaysia. Target berikutnya adalah negara-negara Asia lainnya, seperti Singapura dan Filipina. ? Setelah berjuang selama tiga tahun, robotika akhirnya menjadi kurikulum di berbagai sekolah di Indonesia, baik sebagai intrakulikuler maupun ekstrakulikuler.

Categories
Tekno

Kiprahnya Terdengar Hingga Luar Negeri

Komunitas (Grup) Robot Indonesia ini awalnya berdiri karena ingin menyelamatkan anak-anak Indonesia dari serbuan mainan robot luar negeri. Namun, ternyata grup ini mampu berkiprah hebat di luar Indonesia.

Sampai saat ini, serbuan mainan buatan luar negeri di pasar nasional membuat masyarakat kita tidak berda- ya. Mereka tinggal membeli dan memainkannya saja. Namun, khusus mainan berjenis robot menarik per- hatian seorang Adhiatmo Rahardi. Menurut Adhi alangkah indahnya jika masyarakat Indonesia, terutama generasi mudanya tidak hanya sekadar menjadi konsumen robot, tetapi juga mampu membuatnya sendiri.

Oleh sebab itu, bersama delapan orang rekannya yang berlatar belakang teknik, mereka mendirikan Komunitas Robot Indonesia untuk mewadahi para kaum muda yang ingin berkreasi dalam membuat robot. Selain Adhiatmo Rahardi, kedelapan orang tersebut adalah Yudi Tri Wibowo, Yudanarko, Dhadhang SVW, Eka Julia, Anton Widarmono, Andreas Maryanto, Pujar Diki, dan Wimmy Hartawan.

Melalui media sosial facebook yang beralamat di www.facebook.com/groups/robotrobot, komunitas ini berusaha mewadahi anak-anak muda Indonesia untuk lebih berkreasi dalam membuat sebuah robot. Komunitas ini juga akan mendukung penuh setiap anggotanya yang ingin mengikuti kompetisi robot, baik skala nasional maupun internasional.

Sampai saat ini, di Facebooknya sudah tercatat lebih dari 12000 anggota. Jumlah ini terus meningkat seiring makin populernya teknologi robotika di berbagai sekolah di Indonesia. Anggotanya pun mulai dari tingkat anak sekolah hingga para pejabat di Indonesia. Virus Robot Sampai ke Negara Tetangga Belum lama berdiri, Komunitas Robot ini bahkan sudah membuat sebuah gebrakan. Pada bulan Desember 2011, komunitas ini berhasil menyelenggarakan seminar Unmanned Aerial Vehicle (UAV) gratis di.

Categories
Rumah

Terhentinya Proses Pembangunan Bagian 2

Sebagai Alternatif, terhadap sengketa di pengadilan antara developer kepada pihak ketiga, Bapak dapat masuk sebagai pihak ketiga di dalam persidangan untuk membela kepentingannya sendiri (tussenkomst). Selain itu, Bapak juga dapat mengajukan gugatan baru terhadap permasalahan yang dihadapi. Pak Adrian dalam hal ini dapat menuntut kepada pihak developer untuk memenuhi persetujuan ataupun menuntut pembatalan persetujuan dengan penggantian biaya, kerugian, dan bunga.

Hal tersebut sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1267 KUHPer, yang menyatakan bahwa: ”Pihak yang terhadapnya perikatan tidak dipenuhi, dapat memilih; memaksa pihak yang lain untuk memenuhi persetujuan, jika hal itu masih dapat dilakukan, atau menuntut pembatalan persetujuan, dengan penggantian biaya, kerugian dan bunga.” Perbuatan developer yang melanggar hukum dan membawa kerugian kepada pembeli, mewajibkan developer yang menimbulkan kerugian itu karena kesalahannya untuk menggantikan kerugian tersebut. Developer juga bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan kelalaiannya.

Langkah awal dalam menyelesaikan sengketa dapat diawali dengan penagihan. Penagihan tersebut dilakukan secara resmi dengan surat tertulis. Penagihan disini berfungsi sebagai peringatan dini bahwa hak Bapak telah diabaikan. Apabila penagihan tidak mendapat perhatian, atau mendapat perhatian tetapi tidak cukup memuaskan, Bapak dapat melakukan teguran yang lebih keras melalui somasi. Peneguran ini berarti Bapak menuntut secara langsung hak Bapak kepada lawan bisnis disertai ancaman penyelesaian secara hukum.

Bentuknya dapat berupa gugatan perdata atau laporan pidana. Teguran tersebut sebaiknya masih disertai dengan ajakan damai berdasarkan musyawarah mufakat. Jika tidak tercapai, pihak yang dirugikan dapat mengajukan gugatan melalui pengadilan didasarkan pada cedera janji (wanprestasi) atau di luar pengadilan berdasarkan pilihan yaang disepakati para pihak yang bersengketa melalui alternatif penyelesaian sengketa. Demikian saya sampaikan, semoga penjelasan singkat di atas dapat membantu Bapak dalam menyelesaikan masalah.

Hal penting dalam sebuah rumah adalah pasokan listrik yang stabil agar kenyamanan rumah bisa dinikmati terus menerus. Untuk itulah dibutuhkan adanya sebuah genset di rumah tangga. Sedangkan jika ingin mendapatkan harga genset yang murah bisa membeli dari Suplier Jual genset Jakarta yang memberikan garansi serta diskon harga.

Categories
Rumah

Terhentinya Proses Pembangunan

Perkenalkan nama saya Adrian, saya memesan unit rumah dengan membayar 70% dari harga keseluruhan kepada pihak developer dengan dasar PPJB. Beberapa bulan kemudian, diketahui bahwa status kepemilikan tanah oleh pihak developer tersebut bermasalah. Ada pihak ketiga yang menggugat developer ke pengadilan atas status kepemilikan tanah tersebut sehingga pihak developer berhenti mengerjakan pembangunan perumahan. Atas sengketa dan pemberhentian pekerjaan pembangunan perumahan, membuat saya beserta pembeli lain dirugikan. Berdasarkan hal tersebut, upaya hukum apa yang dapat saya lakukan?

Terima kasih sebelumnya Pak Adrian atas pertanyaannya. Bapak cermati juga terlebih dahulu perjanjian yang disepakati kepada pihak developer. Setiap perjanjian yang telah dibuat sepatutnya ditaati oleh pihak-pihak yang mengadakan perjanjian. Ini dikenal dengan Pacta Sunt Servanda, yaitu asas kepastian hukum dalam perjanjian, yang di dalamnya menerangkan bahwa para pihak dalam perjanjian memiliki kepastian hukum dan oleh karenanya dilindungi secara hukum.

Hal tersebut merujuk Pasal 1.338 KUHPer yang menyatakan bahwa: ”Semua persetujuan yang dibuat sesuai dengan undang-undang berlaku sebagai undang-undang bagi mereka yang membuatnya. Persetujuan itu tidak dapat ditarik kembali selain dengan kesepakatan kedua belah pihak, atau karena alasan-alasan yang ditentukan oleh undang-undang.

Persetujuan harus dilaksanakan dengan itikad baik.” Pada umumnya, sebelum pembangunan perumahan selesai dilakukan, bentuk persetujuan antara developer dan pembeli berupa Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB). Developerlah yang menawarkan PPJB tersebut. Bapak lihat lebih lanjut apakah PPJB yang diberikan sudah sesuai dengan persyaratan di dalam peraturan perundang-undangan.

Perlu di ketahui, setiap orang yang menjalani proses perkara dianggap tidak bersalah sampai ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap yang menyatakan kesalahannya. Ketentuan ini dikenal dengan asas praduga tidak bersalah innocence). Sehingga, bukan menjadi alasan (presumption of bagi developer dalam menghentikan proses pembangunan.

Dalam proses membangun rumah tak kalah penting lainnya adalah pasokan listrik dan air. Karena kedua aspek ini sangat penting sekali dalam sebuah rumah. Untuk masalah listrik tentunya saja bisa mengandalkan sebuah genset sebagai sumber listirk cadangan setelah listrik dari PLN padam. Dan untuk mendapatkan harga genset yang murah bisa mendapatkannya melalui Distributor Jual genset Bali yang memberikan garansi resmi serta diskon harga.