Terhentinya Proses Pembangunan

Perkenalkan nama saya Adrian, saya memesan unit rumah dengan membayar 70% dari harga keseluruhan kepada pihak developer dengan dasar PPJB. Beberapa bulan kemudian, diketahui bahwa status kepemilikan tanah oleh pihak developer tersebut bermasalah. Ada pihak ketiga yang menggugat developer ke pengadilan atas status kepemilikan tanah tersebut sehingga pihak developer berhenti mengerjakan pembangunan perumahan. Atas sengketa dan pemberhentian pekerjaan pembangunan perumahan, membuat saya beserta pembeli lain dirugikan. Berdasarkan hal tersebut, upaya hukum apa yang dapat saya lakukan?

Terima kasih sebelumnya Pak Adrian atas pertanyaannya. Bapak cermati juga terlebih dahulu perjanjian yang disepakati kepada pihak developer. Setiap perjanjian yang telah dibuat sepatutnya ditaati oleh pihak-pihak yang mengadakan perjanjian. Ini dikenal dengan Pacta Sunt Servanda, yaitu asas kepastian hukum dalam perjanjian, yang di dalamnya menerangkan bahwa para pihak dalam perjanjian memiliki kepastian hukum dan oleh karenanya dilindungi secara hukum.

Hal tersebut merujuk Pasal 1.338 KUHPer yang menyatakan bahwa: ”Semua persetujuan yang dibuat sesuai dengan undang-undang berlaku sebagai undang-undang bagi mereka yang membuatnya. Persetujuan itu tidak dapat ditarik kembali selain dengan kesepakatan kedua belah pihak, atau karena alasan-alasan yang ditentukan oleh undang-undang.

Persetujuan harus dilaksanakan dengan itikad baik.” Pada umumnya, sebelum pembangunan perumahan selesai dilakukan, bentuk persetujuan antara developer dan pembeli berupa Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB). Developerlah yang menawarkan PPJB tersebut. Bapak lihat lebih lanjut apakah PPJB yang diberikan sudah sesuai dengan persyaratan di dalam peraturan perundang-undangan.

Perlu di ketahui, setiap orang yang menjalani proses perkara dianggap tidak bersalah sampai ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap yang menyatakan kesalahannya. Ketentuan ini dikenal dengan asas praduga tidak bersalah innocence). Sehingga, bukan menjadi alasan (presumption of bagi developer dalam menghentikan proses pembangunan.

Dalam proses membangun rumah tak kalah penting lainnya adalah pasokan listrik dan air. Karena kedua aspek ini sangat penting sekali dalam sebuah rumah. Untuk masalah listrik tentunya saja bisa mengandalkan sebuah genset sebagai sumber listirk cadangan setelah listrik dari PLN padam. Dan untuk mendapatkan harga genset yang murah bisa mendapatkannya melalui Distributor Jual genset Bali yang memberikan garansi resmi serta diskon harga.

This entry was posted in Rumah. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *