Soal Penempatan Sarjana Kesehatan Masyarakat

RASIO sarjana kesehatan masyarakat pada kebijakan 2005 sudah cukup baik, yakni 49 per 100 ribu penduduk. Entah kenapa pada 2015 diturunkan menjadi 13 per 100 ribu, seperti tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan 2015. Padahal surat keputusan Menteri Kesehatan tentang Rencana Strategis Kementerian Kesehatan 2015-2019 memprioritaskan tenaga kesehatan masyarakat tersedia di layanan primer. Bukan hanya kebijakan nasional, kebijakan daerah juga ikut-ikutan membuat peraturan upaya kesehatan masyarakat tanpa melibatkan sarjana kesehatan masyarakat sebagai tenaga kesehatan.

Sebut saja Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 7 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan dan Perda Provinsi Sulawesi Tengah Nomor 8 Tahun 2014 tentang Pengembangan dan Pemberdayaan Tenaga Kesehatan. Kedua perda itu tidak menyebutkan adanya sarjana kesehatan masyarakat sebagai tenaga kesehatan masyarakat yang ditempatkan di desa atau kelurahan bersama keempat jenis tenaga kesehatan lain.

Belajar minta Maaf Part 1

Mengapa Tak Mau Minta Maaf? Bag2

Setelah kemampuan bicara anak meningkat, dengan kita sebagai contoh, kita dapat meminta anak belajar mengucap kata maaf saat ia melakukan sesuatu yang membuat orang lain menjadi sedih, marah, takut, atau kecewa. Di usia prasekolah, mengajarkan maaf dapat dimulai lewat keseharian di rumah.

“ lowongan kerja perawat dengan program FSJ Jerman gratis “

Ketika Mama tidak sengaja menginjak mainan anak, “Duh, maaf ya, Kak, tidak sengaja keinjak. Sini Mama bantu perbaiki.” Dengan melihat dan mengalami langsung, anak belajar memahami bagaimana cara tepat meminta maaf. MINTA MAAF DENGAN TULUS Mengajarkan sikap minta maaf memang terbilang abstrak. Namun, seperti yang disampaikan oleh Intan di atas, sebetulnya anak prasekolah sudah punya perasaan bersalah ketika melakukan sesuatu yang tidak disukai orang lain.

Respons pertamanya setelah melakukan kesalahan bisa beragam, dari menangis, marah, hingga diam, dan menarik diri dari situasi yang berlangsung saat itu. Ini merupakan respons wajar yang sering ditunjukkan anak prasekolah. Nah, pada situasi tersebut, kita tidak bisa memaksa anak agar mau meminta maaf dengan tulus. “Sebaiknya anak tidak dipaksa mengucapkan maaf ketika ia menolak, atau belum siap untuk meminta maaf,” tutur Intan.

Hal tersebut dapat membuat anak merasa terpaksa mengucap kata maaf, tanpa memahami makna dari ucapan kata maaf. Kita bisa memberikan waktu pada anak untuk menenangkan diri. Lebih baik jika ia meluapkan emosi yang ia rasakan saat itu, dengan menangis atau marah sekalipun, sebagai wujud rasa bersalahnya. Setelah lebih tenang, kita bisa mengajak anak berbicara mengenai apa yang sebenarnya anak rasakan, serta mengajaknya memikirkan akibat dari tindakannya, dan bagaimana perasaan orang lain.

Contoh, saat si adik merebut dan merobek buku kakaknya, Mama dapat menunjukkan empati pada si adik dengan berkata, “Adik marah karena Kakak tidak mau meminjamkan buku, ya? Adik ingin membaca juga?” Setelah itu, ajak Si Adik memahami perasaan kakaknya, “Tapi coba lihat wajah Kakak, ia jadi marah dan sedih karena bukunya robek. Kalau Adik yang bukunya dirobek bagaimana?” Kalimat semacam itu akan membuat Si Adik merasa dipahami, tidak begitu saja merasa disalahkan dan dipaksa meminta maaf, serta jika nantinya ia meminta maaf, ia sudah paham apa kesalahannya serta akibat dari tindakannya.

Mengapa Tak Mau Minta Maaf?

Bukan soal pengucapannya saja, anak juga perlu tahu kapan waktu yang tepat untuk meminta maaf. Jadi, bagaimana mengajari anak agar mau minta maaf? “Praaanngg! ”  Terdengar suara sesuatu jatuh dan pecah. Buru-buru Mama Viana menghampiri Kiara, yang rupanya baru saja menjatuhkan gelas dan pecah. “Kiara, kenapa gelasnya bisa pecah?” tanya Viana sambil menggendong Kiara.

“ Pengertian apa itu ausbildung dan apa saja syaratnya untuk kerja di Jerman gratis “

Kiara hanya diam, wajahnya tampak menahan tangis. Tak lama, Satria, ayah Kiara datang bertanya ada apa. “Kiara, ayo minta maaf pada Mama,” kata Satria. Kiara malah menangis. Satria dan Viana sama-sama bingung, meski sudah diajarkan untuk minta maaf jika berbuat salah, kadang Kiara tidak mau minta maaf. Mereka khawatir Kiara akan begitu sampai besar nanti. Padahal, kata maaf adalah salah satu kata sakti yang perlu dikuasai anak.

Bukan soal pengucapannya saja, tetapi juga bagaimana agar anak tahu kapan waktu yang tepat untuk meminta maaf. Jadi, bagaimana solusinya? USIA PALING TEPAT Psikolog Intan Kusuma Wardhani menuturkan, saat paling tepat mengajari anak perlunya minta maaf adalah di usia prasekolah. “Usia 3–5 tahun merupakan masa peka seorang anak belajar mengenai konsep benar dan salah, sehingga ia mulai punya rasa bersalah ketika melakukan sesuatu yang direspons negatif oleh orang lain,” kata Intan.

Pada usia prasekolah tersebut, anak juga mulai belajar berinteraksi sosial secara lebih luas, tidak hanya dengan anggota keluarga. Meminta maaf dan memberi maaf merupakan salah satu keterampilan sosial yang perlu menjadi modal anak agar dapat menjalin hubungan yang baik dengan orang lain kelak. Lebih lanjut, Intan memaparkan, sejak bayi pun kita sudah dapat memperkenalkan kata maaf, meski anak mungkin belum memahami esensi dari permintaan maaf tersebut.

Bayi usia 7–8 bulan walau belum mampu berbicara, tetapi telah memiliki kemampuan mengenali banyak kata. Perkenalkan kata maaf dalam bentuk ucap an sekaligus perbuatan. Misal, saat bayi mena ngis ingin menyusu, Mama dapat berkata, “Maaf ya, Nak, Mama tadi ke kamar mandi dulu. Kamu haus?” sembari menyentuh dan membelainya.

Warisan Sukarno Bag6

Dari Oran, seorang ulama berfatwa bahwa bagi seorang muslim bersikap purapura dalam keadaan itu tak diharamkan; dengan taqiya, ia tak dianggap murtad. Tak ayal, rasa waswas menjadi-jadi. Bagi penguasa Katolik, Gereja maupun raja, orang-orang ”Kristen Baru”, yang mereka beri nama moriscos, tetap meragukan: rasanya iman Kristen mereka tak bersih. April 1609 sampai empat tahun berikutnya, Raja Philip III mengusir 300 ribu moriscos dari Spanyol. Akhirnya, bagi negeri Katolik itu, jadi Kristen saja tak cukup untuk membentuk kemurnian. Yang dilakukan Philip III adalah pembersihan (”teror”) etnis—yang di abad ke-21 ini terjadi lagi di Myanmar. Dialog yang ditulis Umberto Eco agaknya perlu diubah. ”Apa yang paling Tuan takuti?” ”Nafsu kemurnian—nafsu yang tak bisa terpuaskan.”

 

Makna Di Balik Berat Dan Panjang (Tinggi) Si Kecil Bag3

Sebaliknya, bila LK anak lambat atau terlalu kecil dari usianya, maka ada hal yang harus diteliti lebih jauh, selain memberikan saran pada orangtua untuk melakukan stimulasi dan kontrol teratur pada tenaga kesehatan. Nah, jelas sekali, ya, Mama Papa, betapa pengukuran BB, PB/TB, dan LK itu mutlak menjadi perhatian dan acuan objektif dalam memantau kesehatan seorang anak. Lantas, bagaimana cara mengukurnya?

Baca juga : Tes Toefl Jakarta

CARA TEPAT MENGUKUR Proses pengukuran BB, PB/ TB, dan LK dibagi berdasarkan periode kehidupan seorang anak. Usia 0—1 tahun disebut periode bayi dan di atas 1 tahun sebagai periode anak. Mengukur BB bayi dilakukan dengan cara menimbang bayi pada posisi berbaring. Saat penimbangan, idealnya bayi dalam keadaan telanjang atau bisa juga dengan mengena kan baju tipis (mencegah kedinginan) dan menggunakan popok baru. Sebelum ditimbang, pastikan timbangan sudah dikalibrasi dan jarum jam atau angkanya menunjukkan nol (0).

Sedangkan untuk mengukur BB anak, bisa menggunakan timbangan berdiri. Untuk mengukur PB bayi, maka bayi harus dalam keadaan berbaring telentang, kepala harus menempel dengan ujung alat ukur yang bersifat statis, kemudian bayi diposisikan lurus, dan ujung peng ukur diposisikan pada ujung terluar tumit, pun si kecil tidak boleh bergerak. Karena itu, dibutuhkan dua orang untuk mengukur panjang badan bayi dengan pembagian tugas: satu orang memegang kepala, satu orang memegang badan dan kaki, juga alat ukur.

Anak yang sudah bisa berdiri, tingginya diukur dengan stadiometer: anak berdiri tegak merapat ke dinding, lalu diukur mulai kepala bagian belakang, bahu, pinggang, dan tumit sambil pandangan mata nya lurus ke depan. Alat ukur lalu diturunkan sampai menyentuh puncak kepala anak. Angka yang tampak pada stadiometer dinilai sebagai TB anak. (Gambar 2) Selain menggunakan stadiometer, di rumah bisa menggunakan meteran kain dari kayu yang ditempelkan di din ding, angka nol (0) diletakkan di bawah, menyentuh lantai, kemudian lakukan hal yang sama se perti mengukur dengan stadiometer. Gunakan mistar (penggaris) untuk mengetahui berapa tinggi anak.

Sumber : https://pascal-edu.com/

Akibat Tergiur Rayuan Opa bag9

Atas bantuan petugas Kedutaan Besar Republik Indonesia di Australia, Faisal mendapatkan bantuan pengacara bernama David. Saat Faisal dipenjara di sana, David datang ke Kupang untuk mendapatkan akta kelahiran. Akta itulah yang menyatakan Faisal berumur 17 tahun, bukan 19 tahun seperti hasil sinar-X. Bukti itu membuat Faisal lolos dari ancaman hukuman tiga tahun penjara. Sejak November 2011, Faisal dipindahkan ke hotel. Pada awal Desember, ia dipulangkan ke Kupang. Pemerintah Australia belum memberi tanggapan soal ini.

Pejabat Public A?air Kedutaan Besar Australia di Jakarta, yang dihubungi melalui telepon, e-mail, dan media sosial, hingga Jumat pekan lalu belum memberi balasan. seperti dilansir Newscom.au pada Juni lalu, juru bicara Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia berkomentar singkat soal ini. ”Australia telah memberi tahu pengadilan (Indonesia), sebagai negara berdaulat, lembaganya tidak tunduk pada yurisdiksi pengadilan (Indonesia),” katanya.

Ayam Goreng Serundeng Kecombrang ala Nasi Tumpeng Jakarta

Ayam Goreng Serundeng Kecombrang ala Nasi Tumpeng Jakarta – Bahan: 1 ekor ayam, potong 8 bagian 250 ml air kelapa 2 lbr daun salam 2 btg serai, ambil bagian putihnya, memarkan 1/2 sdm garam 1 sdt gula merah sisir 500 ml minyak, untuk menggoreng Bumbu Halus: 2 cm kunyit, bakar 3 btr kemiri, sangrai 8 btr bawang merah 4 siung bawang putih 1 sdt ketumbar 3 cm lengkuas Bahan Serundeng: 300 gr kelapa parut kasar 100 gr bunga kecombrang, iris halus 3 bh cabai merah keriting, haluskan 1/2 sdt garam 1 sdt air asam jawa, dari 1/2 sdt asam jawa dan 2 sdt air

Cara Membuat Untuk 8 porsi: 1. Ungkep ayam, bumbu halus, air kelapa, daun salam, serai, garam, dan gula merah hingga bumbu meresap. 2. Goreng ayam di dalam minyak yang sudah dipanaskan di atas api besar hingga kuning keemasan. 3. Serundeng, aduk rata kelapa, kecombrang, cabai, garam, dan air asam. 4. Masak di atas api sedang sambil diaduk sampai kering. 5. Sajikan ayam goreng bersama taburan serundeng.

Bakwan Jagung Makaroni Untuk 12 buah Bahan: 50 gr makaroni, rebus 2 bh jagung manis, serut 2 bh jagung manis, pipil, tumbuk 150 gr tepung terigu 2 btr telur, kocok lepas 1 1/4 sdt garam 1/4 sdt merica bubuk 1/2 sdt gula pasir 1 tangkai daun bawang, iris halus 2 sdm air Bumbu Halus: 2 btr bawang merah 2 siung bawang putih Cara Membuat: 1. Campur rata jagung manis, makaroni, bumbu halus, telur, dan daun bawang. 2. Masukkan tepung terigu dan air. Aduk rata. Bubuhi garam, merica bubuk, dan gula pasir. Aduk rata. 3. Sendokkan adonan ke dalam minyak yang sudah dipanaskan di atas api sedang. 4. Goreng sampai kuning kecoklatan. Tiriskan.

Telur Asin Telur asin sering digunakan sebagai pelengkap hidangan khas Nusantara, seperti, rawon, soto, atau bubur. Telur asin terbuat dari telur bebek yang diperam bersama bahan-bahan alami, seperti abu gosok, garam dapur, atau remahan batu bata. Telur asin yang berhasil diperam, biasanya akan menghasilkan warna kuning telur yang berwarna jingga dengan tekstur berpasir dan agak berminyak.

Sumber : https://salamacatering.com/

Satu Ismail, Lima Disertasi Bag4

”Hasil analisis kedua software itu sama,” ujar dosen bergelar doktor itu. Tempo menelusuri pria bernama Ismail itu. Ia pernah menjadi anggota staf di Dinas Pertambangan dan sejak 2016 berpindah ke salah satu kementerian di Jakarta. Lewat sambungan telepon, ia mengaku mengenal kelima pejabat itu, tapi tak mengetahui persoalan disertasi mereka.

Di tabel analisis metadata tadi, user Ismail yang membuat disertasi itu menggunakan laptop Asus A46 C os7. ”Laptop saya mereknya Asus,” ucapnya. Analisis metadata kelima disertasi itu juga menunjukkan waktu pengerjaan tiap bab tak berurutan. Bab V disertasi milik Nasir Andi Baso, misalnya, dibuat pertama kali pada 26 April 2016. Sedangkan bab I pada 16 Oktober 2016 dan bab III pada 6 Juli 2017.

Satu Ismail, Lima Disertasi Bag3

”IP address kelimanya menunjukkan komputer yang dipakai berada di Kendari,” ucap Engkus, akhir Agustus lalu. Salah satu yang paling menonjol dari analisis metadata itu: hampir seluruh proses penulisan bab kelima disertasi berasal dari user bernama Ismail. Engkus mengakui munculnya nama tersebut. Ia menyebutkan Ismail adalah salah seorang anggota staf di salah satu dinas Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara.

Nama user lain yang muncul adalah Ansori dan Hado Hasina. Seorang anggota Tim Evaluasi Kinerja Akademik lainnya menyatakan harus menggunakan kamera pengawas (CCTV) untuk memastikan apakah Ismail yang dimaksud adalah orang yang di belakang laptop tersebut. Ia hanya memastikan metode yang mereka lakukan sudah ilmiah karena menguji metadata itu dengan dua software.

Ketika Si Kecil Terjatuh Bag2

Apakah si kecil sudah bisa berdiri sendiri tanpa dibantu? Kalau sudah, inilah saat tepat untuk mulai melatihnya berjalan.  Sebagaimana proses belajar pada umumnya, tentu awalnya tak selalu berjalan mulus. Begitu pula dengan latih an berjalan yang tak jarang diselingi kejadian terjatuh sampai berulang kali. Bagaimana mama-mama tadi menyikapi “kecelakaan” kecil ini bisa menjadi contoh buat kita.

“ info lowongan kerja di Jepang dengan cara magang ke Jepang gratis “ ~ upstory.org ~

“Walaupun Ziggy cukup sering jatuh, untungnya dia enggak trauma dan mau belajar berjalan lagi. Saya selalu berusaha te nang dan terus menye mangatinya sambil mengingatkan anak untuk berhati-hati,” ujar Rhedita. “Tamina juga sering jatuh. Pernah dia terjatuh sampai nangis karena bibirnya berdarah kena kursi. Langsung saya gendong, lalu tetap menyemangatinya dengan bilang, ‘Anak Mama kuat!’ Kalau dia jatuh, sebisa mungkin saya enggak panik apalagi teriak, biar anaknya enggak kaget,” beber Selly.

Sementara Gending, menurut Cinta, tidak berani berjalan sendiri dan selalu minta ditatih. Namun, Cinta dan suami tak henti menyemangati sang buah hati. Bahkan, mereka sampai mencoba memakaikan alat bantu jalan bayi dengan harapan Gending menjadi lebih berani berjalan tanpa dituntun. Sayangnya, alih-alih membantu, alat tersebut justru membuat Gending ketakutan hingga ia semakin enggan untuk belajar berjalan.

Syukurlah, setelah melalui proses yang panjang, putri semata wayang Cinta itu akhirnya mampu berjalan sendiri di usia 16 bulan. Ya, terus memberi semangat dan membantunya berlatih, inilah yang dibutuhkan oleh anak untuk tercapainya kemampuan berjalan sendiri. “Ayo, Nak, kamu pasti bisa!”

Tanda-Tanda Si Kecil Sudah Siap

Mama, inilah beberapa tanda kesiapan anak untuk belajar berjalan sendiri: ? Sudah bisa berguling di lantai (rolling around). ? Sudah bisa melakukan gerakan seperti merangkak tetapi menggunakan kedua telapak tangan dan kedua telapak kaki (bukan lutut) untuk bertumpu (crab walk). ? Sudah bisa bergerak cepat ke sana kemari. ? Sudah bisa menaiki anak tangga menggunakan kedua tangan, diikuti kedua kaki.